Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/03/2022, 11:07 WIB
Lea Lyliana

Penulis

KOMPAS.com - Salah satu kunci membuat bolu kukus mekar dan mengembang yakni pada penggunaan cetakannya.

Jika diamati cetakan bolu kukus ini berbeda dengan muffin atau cup cake. Cetakan bolu kukus biasanya memiliki lubang-lubang di sampingnya.

Baca juga:

Anis Kurniawan, Pastry Chef dari Hotel Sheraton Bandung menjelaskan bahwa fungsi dari cetakan tersebut sebenarnya untuk memaksimalkan uap air masuk ke sela-sela adonan. 

Secara tidak langsung hal tersebut dapat membuat bolu kukus matang matang merata. 

"Nah itulah secretnya, harus ada lubangnya. Fungsi lubangnya itu untuk memaksimalkan si uap itu masuk ke sela-sela kuenya. Jadi mereka itu fungsinya adalah biar si uap itu merata," jelas Anis kepada Kompas.com pada Rabu (04/03/2022). 

Ilustrasi bolu kukus mekar tiga warna. SHUTTERSTOCK/ Pepsco Studio Ilustrasi bolu kukus mekar tiga warna.

Dalam prosesnya, cetakan bolu kukus biasanya diberi baking paper atau paper cup. Anis menjelaskan bahwa penggunaan baking paper dapat membuat adonan tidak meleber saat bolu dikukus. 

Di samping itu, kertas tersebut pun dapat membuat bolu mudah diambil saat matang nanti. Lalu, untuk menjaga agar adonan tidak basah karena kena uap airnya. 

"Itu kan fungsinya satu, biar si bolu kukus itu enggak meleber keluar. Kedua supaya nanti setelah matang itu lebih gampang dibuka," ujarnya. 

"Ketiga fungsinya adalah biar si uap itu tidak langsung kena adonananya, takutnya basah," tambah Anis. 

Baca juga:

Penggunaan cetakan berlubang semestinya menjadi satu kewajiban. Jika tidak adonan bolu kukus tak akan mengembang dan merekah. 

Bahkan bisa jadi bolu kukus tidak matang merata. 

"Kalau enggak pakai pakai lubang-lubang itu, taruhlah pakai cetakan biasa itu enggak akan mengembang. Dia hanya panas tapi enggak 100 persen merekah," pungkas Anis. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com