Kompas.com - 04/12/2021, 18:03 WIB
Ilustrasi tiwul. SHUTTERSTOCK/ Sutana4Ilustrasi tiwul.
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Singkong merupakan salah satu bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi banyak hidangan. Salah satunya adalah tiwul. 

Cara membuat tiwul sebetulnya sederhana. Namun prosesnya cukup lama karena singkong harus dikeringkan dulu.

Baca juga:

Agus Lambang, pemilik usaha Thiwul Manis Pak Lambang membagikan cara mengolah singkong untuk bikin tiwul. Berikut penjelasannya. 

Ilustrasi daging umbi singkong mentah yang empuk dan tidak pahit. PIXABAY/ Dian A. Yudianto Ilustrasi daging umbi singkong mentah yang empuk dan tidak pahit.

1. Keringkan terlebih dulu 

Sebelum diolah, singkong yang digunakan untuk membuat tiwul dibersihkan terlebih dulu. Setelah itu, singkong dipotong lalu dikeringkan dengan cara dijemur. 

Waktu menjemur tergantung dengan cuaca, biasanya sekitar lima sampai tujuh hari.

"Ketela itu dikupas, terus dicuci, dikeringkan sampai kering. Paling enggak jemurnya itu satu minggu, kalau paling cepat paling lima harilah. Biar cepat keringnya itu biasanya ada yang dipotong kecil-kecil," tutur Lambang kepada Kompas.com, Selasa (11/30/2021).

Baca juga:

2. Ditumbuk atau digiling 

Singkong yang sudah dikering umumnya disebut dengan gaplek. Setelah kering, gaplek lalu digiling atau ditumbuk dengan alu hingga menjadi tepung. 

"Gaplek itu kan ketela yang sudah kering. Itu bentuknya masih panjang-panjang itu, itu keringkan namanya gaplek. Habis itu digiling atau ditumbuk jadi tepung, terus diolah jadi tiwul," terang Lambang. 

Ilustrasi nasi tiwul.SHUTTERSTOCK/ Bakhtiar Rakhman Ilustrasi nasi tiwul.

3. Olah menjadi tiwul

Gaplek yang telah dihaluskan dapat langsung diolah menjadi tiwul. Untuk mengolahnya, kamu cukup mengukusnya saja. Waktu pengukusan yang dibutuhkan yaitu sekitar 10-15 menit.

Baca juga:

Jika ingin membuat tiwul untuk stok, maka kamu perlu mengayaknya terlebih dulu. Setelah diayak, tiwul juga harus dijemur lagi supaya tahan lama. 

"Terus cara masaknya kalau yang kasar itu, kalau orang dulu diinteri. Istilahnya apa ya, yang pakai tampah itu biar agak kasar, terus itu dijemur lagi," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.