Kompas.com - 26/11/2021, 21:09 WIB
Ilustrasi jadah yang dibungkus daun pisang. SHUTTERSTOCK/ Benny KristiantoroIlustrasi jadah yang dibungkus daun pisang.
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Jadah merupakan kue tradisonal yang terbuat dari beras ketan dan kelapa parut. Kudapan ini bisa dinikmati begitu saja atau digoreng maupun dibakar. 

Rasanya yang gurih membuatnya cocok disantap dengan tempe bacem ataupun gorengan. 

Cara membuat jadah sebetulnya tidak sulit, tapi ada beberapa hal detail yang diperhatikan supaya jadah tidak lembek atau keras. 

Baca juga:

Anita Mustafa, pemilik usaha kue hantaran Qila Snack kepada Kompas.com membagikan cara membuat jadah yang empuk dan pulen. Berikut penjelasan ringkasnya. 

Jadah tempe bacem ala Instagram @my.foodplace. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Jadah tempe bacem ala Instagram @my.foodplace.

1. Perhatikan takaran air

Kunci membuat jadah yang pulen yakni dengan memperhatikan takaran air untuk santannya. Menurut Anita, air santan untuk jadah tidak boleh terlalu banyak atau sedikit.

Kalau kebanyakan jadahnya menjadi lembek, sedangkan jika terlalu sedikit hasilnya keras.

"Kalau aku yang penting ukuran airnya itu benar-benar sesuai dengan takaran kita. Aku juga pernah, kadang lembek, agak keras juga keras. Aku sendiri juga masih sambil ngukur-ngukur," ujarnya. 

"Jadi yang penting airnya kalau cukup itu enggak terlalu keras nanti," tambah Anita. 

Baca juga:

2. Masak sampai tanak 

Anita menjelaskan bahwa sebetulnya proses memasak jadah mirip dengan wajik. Oleh sebab itu, kamu harus memasak beras ketan untuk jadah sampai tanak agar hasilnya empuk.

"Yang jelas prosesnya itu benar-benar matang, sampai tanak gitu, nanti kan empuk. Kalau aku sih kayak gitu," ujarnya. 

 

Ilustrasi jadah tempe. Dok. Shutterstock/Satab Gnana Ilustrasi jadah tempe.

3. Pakai beras ketan yang bagus

Selain dari proses memasak, penggunaan beras ketan juga dapat memengaruhi tekstur dan warna jadah. 

Baca juga:

Jika ingin membuat jadah yang pulen dan putih, sebaiknya gunakan beras ketan yang bagus atau minimal kualitasnya standar. 

"Kalau beras ketan paling ya kualitasnya saja. Kalau yang bagus biasanya ya bersih, putih kayak gitu. Kalau yang agak di bawahnya, warnanya mungkin agak gimana. Nek aku sih, cuma standar beras di sekitarku saja sih," tutup Anita. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.