Kompas.com - 16/10/2021, 19:37 WIB
Ilustrasi limbah makanan yang dapat didaur ulang. SHUTTERSTOCK/VICTORIA1Ilustrasi limbah makanan yang dapat didaur ulang.

KOMPAS.com - DamoGo, start-up asal Indonesia dan Korea Selatan, menciptakan aplikasi smartphone bagi pebisnis makanan dan minuman (F&B) untuk membuat bisnis berkelanjutan.

"Terdapat sejumlah inefisiensi di lapangan yang membuat hasil pertanian tidak terserap baik dan berisiko terbuang menjadi limbah dan polusi," kata Co-founder dan COO DamoGo, Muhammad Farras sesuai siaran pers yang Kompas.com terima, Jumat (15/10/2021). 

Farras menyebutkan polusi. DamoGo berusaha memecahkan masalah ini dengan menyediakan layanan penghubung antara pemasok dan pebisnis F&B melalui aplikasi smartphone. 

Aplikasi DamoGo membantu pemilik bisnis F&B untuk merapikan sistem manajemen dan purchasing.

Baca juga:

Melalui aplikasi ini manajemen dapur pebisnis F&B terdigitalisasi, dan menjadi ruang interaksi jual-beli bahan pangan antara pebisnis dengan pemasok. 

Diharapkan melalui aplikasi ini pebisnis F&B dapat menerapkan operasional bisnis berkelanjutan dan efisien. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Caranya dengan mempersingkat proses rantai pasok, mengurangi emisi dan biaya, serta mendukung keberlangsungan bisnis petani dan pemasok skala kecil dan menengah.

Pemanfaatan produk pangan yang tak sermpurna

Waroong by DamoGo, salah satu layanan dari DamoGo, menyediakan produk pangan dengan  dengan tingakatan A, B, dan C, yang dipanen segar oleh petani dan pemasok DamoGo.

Salah satu bentuk produk pangan tingkat C adalah hasil pertanian yang tidak sempurna dari segi bentuk atau ukuran. 

Baca juga:

Produk jenis ini menjadi penyumbang limbah pangan yang signifikan karena tidak sesuai dengan standar ritel dan pada akhirnya terbuang sebelum dimanfaatkan.

"Dengan harga yang terjangkau, pemilihan bahan pangan yang tidak sempurna mendukung bisnis F&B untuk menghemat biaya operasional," kata F&B Business Collaborator, Hartono Moe. 

Lewat pemanfaatan produk pangan tak sermpurna ini juga ia sebutkan mempermudah transisi bisnis makanan dan minuman yang berkelanjutan. 

Baca juga:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.