Kompas.com - 22/09/2021, 09:12 WIB
Menu makanan sehat harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Pada orang pada umumnya, kebutuhan kalori harian adalah 2.150 kkal. SHUTTERSTOCK/Red FloydMenu makanan sehat harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Pada orang pada umumnya, kebutuhan kalori harian adalah 2.150 kkal.

KOMPAS.com - Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Komisi Fatwa MUI memiliki tugas untuk menerbitan sertifikat halal pada produk pangan.

LPPOM MUI akan bertugas sebagai auditor yang melaporkan hasil penelitian produk pangan kepada Fatwa MUI untuk menetapkan sertifikasi halal suatu produk pangan.

Namun, bagaimana definisi produk pangan halal menurut MUI?

Dr Mulyorini Rahayuningsih, M.Sc selaku Advisor pada Direktorat Halal Audit Services LPPOM MUI mengatakan, produk halal menurut MUI adalah produk yang dibuat menggunakan bahan halal dan memenuhi persyaratan thayib di fasilitas yang tidak terkontaminasi barang haram atau najis.

Baca juga: 4 Tips Belanja Bahan Makanan Halal, Tidak Cuma Lihat Label

Mulyorini menyampaikan, produk halal yang dimaksud adalah segala sesuatu yang diperbolehkan menutut ketentuan syariat Islam.

"Jadi, segala sesuatu itu halal, kecuali dilarang di Al Quran dan Hadist," tutur Mulyoroni dalam webinar “Food Fraud Prevention, dari Izin Edar hingga Label Halal" Food & Hotel Indonesia 2021 yang berlangsung pada Selasa (21/9/2021). 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, tidak cukup hanya halal, menurut Mulyorini, produk pangan yang bersertifikat MUI juga harus masuk kategori thayib sehingga disebut halalan thayyiban. 

Thayib adalah sesuatu yang baik, suci atau bersih, dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

"Jadi, proses sertifikasi halal itu pasti digabungkan dengan pemastian bahwa bahan yang digunakan, produk yang dikeluarkan itu bersifat thayib, aman bagi kesehatan," pungkasnya.

Baca juga:

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.