Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/09/2021, 10:07 WIB
Alma Erin Mentari

Penulis

Sumber Bonappetit

KOMPAS.com - Gochujang merupakan kondimen utama pada beberapa masakan khas Korea. Salah satunya, pada saus membuat tteokbokki.

Kue beras khas Korea ini bisa dijumpai dalam keadaan instan atau siap santan di supermarket atau minimarket.

Melansir dari Bonappetit, gochujang merupakan pasta dengan warna merah dengan tekstur kental dan cita rasa pedas manis.

Gochujang terbuat dari bahan seperti cabai merah giling, beras ketan, fermentasi kedelai, dan garam.

Baca juga:

Secara tradisional, gochujang difermantasi selama bertahun-tahun dalam pot gerabah yang disimpan di luar ruangan.

Difermentasi dalam waktu yang cukup lama membuat pati dalam beras ketan berubah menjadi gula. Hal ini membuat cita rasa gochujang yang manis.

Selain itu, cabai merah yang digunakan membuat rasanya pedas. Sementara kedelai yang difermentasi bekerja seperti miso yang menambah rasa umami pada gochujang.

Ilustrasi bumbu utama masakan Korea: gochujang, pasta cabai.SHUTTERSTOCK/SUCCESSO IMAGES Ilustrasi bumbu utama masakan Korea: gochujang, pasta cabai.

Lantas, bagaimana dengan kehalalan dari gochujang? Melalui wawancara daring, Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si menjelaskan sedikit banyak seputar gochujang kepada Kompas.com pada Kamis (09/09/2021).

Gochujang itu sendiri adalah saus pedas hasil dari fermentasi dari bahan di antaranya beras dan cabai.” ungkap Muti.

Baca juga: Resep Ayam Goreng Korea dengan Saus Gochujang Pedas

 

Muti juga menyebut bahwa bumbu masakan khas Korea ini tidak masuk dalam produk fermentasi kategori haram.

Pasalnya, gochujang merupakan produk dari hasil fermentasi yang tidak menghasilkan khamar atau alkohol.

“Pada dasarnya, gochujang melalui proses fermentasi. Namun, tidak semua produk yang melalui proses fermentasi akan menghasilkan produk haram.” jelas Muti.

Baca juga: Resep Bibimbap Khas Korea, Nasi Campur dengan Saus Gochujang

Ilustrasi gochujang, kondimen dasar untuk kuliner khas Korea Selatan. SHUTTERSTOCK/THANTHIMA LIM Ilustrasi gochujang, kondimen dasar untuk kuliner khas Korea Selatan.

“Jadi produk fermentasi yang masuk kategori haram adalah yang menghasilkan minuman atau yang biasa kita sebut dengan khamar. Sementara gochujang sendiri bukan fermentasi untuk bikin khamar atau minuman beralkohol.” tambahnya.

Walau bahan membuat gochujang terdapat beras yang mana pada hasil akhirnya bisa menghasilkan sedikit kandungan etanol.

Baca juga: Cara Membuat Tteokbokki, Lengkap dengan Saus Gochujang

Namun gochujang bukan termasuk dalam hasil fermentasi yang digunakan untuk membuat minuman beralkohol. Maka, gochujang tidak termasuk dalam hasil fermentasi kategori haram.

 

Ilustrasi cabai merah kering khas Korea yang dipakai untuk membuat gochujang. PIXABAY/ALLY J Ilustrasi cabai merah kering khas Korea yang dipakai untuk membuat gochujang.

Dalam sesi wawancara daring tersebut, Muti juga mengungkapnya bahwa gochujang bisa masuk dalam hasil fermentasi ketagori haram.

Jika hasil akhir dari proses fermentasinya ditambahkan alkohol atau produk hewani seperti daging.

“Kecuali kalau hasil dari proses fermentasi dari gochujang dicampur dengan bahan lainnya, baik dari minuman beralkohol, bumbu, atau produk hewani seperti daging. Itu yang membuatnya menjadi haram.” jelas Muti.

Baca juga: Resep Mi Shirataki Pedas ala Korea, Pakai Gochujang

“Jadi kalau gochujangnya sendiri yang mana tidak ditambahkan dengan bahan-bahan yang haram (seperti alkohol) artinya proses sertifikasi halal sebagai pembuktian bisa dilakukan sehingga gochujang masuk dalam kategori halal.” imbuh Muti kepada Kompas.com.

Namun agar lebih yakinnya lagi, kamu bisa membeli gochujang dengan sertifikat halal MUI. Ada pun di antaranya, ada gochujang dengan merek Kikkoman dan Red1 yang bisa kamu coba beli. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com