Kompas.com - 03/09/2021, 18:08 WIB
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Bakpia adalah kue tradisional berkulit yang umumnya berisi kacang hijau. Kudapan manis ini merupakan buah tangan yang populer di Yogyakarta. 

Ada banyak merek bakpia di Yogyakarta. Jika diamati lebih jauh, kebanyakan merek tersebut menggunakannya angka, misalnya saja Bakpia 25, Bakpia 75, atau Bakpia 35. 

Baca juga:

Menurut penuturan Ahmad Sudrajat, Supervisor Bakpia Pathok 25, penggunaan angka tersebut sebetulnya merujuk pada nomor rumah atau nomor jalan. 

"Itu sebenarnya kebanyakan nomor rumah," jelas Ahmad kepada Kompas.com (31/08/2021). 

Ilustrasi bakpia pathok khas Yogyakarta. SHUTTERSTOCK/ BEJOYO Ilustrasi bakpia pathok khas Yogyakarta.

Penggunaan angka tersebut sudah sejak lama. Namun hingga saat ini, beberapa industri rumahan pun masih menggunakan angka pada merek dagangnya.  

Ahmad menyebut bahwa di Jalan Ks. Tubun atau wilayah Pathuk sendiri, ada banyak industri bakpia rumahan yang masih menggunakan angka untuk mereknya. 

"Di daerah sana itu ada juga Bakpia 37, Bakpia 93, Bakpia 31, dan Bakpia 52. Itu merek mereka kebanyakan nomor rumah," jelasnya Ahmad.

"Di sana itu juga ada Bakpia 51, yang lokasinya memang ada di Jalan Ks. Tubun Nomor 51," tambahnya. 

Baca juga: Resep Tiwul Manis Khas Yogyakarta, Olahan dari Tepung Singkong

Ahmad pun menambahkan bahwa penggunaan angka pada merek dagang bakpia ini bukan karena alasan khusus. Tidak merujuk pada hoki atau apapun, hanya karena nomor jalan saja. 

Perkembangan merek Bakpia

Meski umumnya merek bakpia identik dengan angka, tetapi ada beberapa pula yang tak memakai angka pada merek dagangnya, seperti halnya Bakpia Kurnia Sari atau Bakpia Juwara.

Bahkan industri bakpia rumahan, seperti Bakpia Buteti juga memilih untuk tak memakai angka pada merek dagangnya. 

"Merek bakpia saya tidak pakai angka," ungkap Teti Rochamaningsih, pemilik UMKM Bakpia Buteti kepada Kompas.com (31/08/2021).

"Saya pakai nama Bakpia Buteti karena panggilan terkenal di teman-teman kuliner, Butet alias Bu Teti. Namun berhubung nama Butet sudah ada di merek dagang orang lain, jadi saya pakai Bakpia Buteti untuk merk dagang saya," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.