BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Mengenal 5 Kuliner Nusantara yang Identik dengan Hari Kemerdekaan

Kompas.com - 11/08/2021, 08:01 WIB
Bandros dari Bandung merupakan penganan yang identik dengan hari ulang tahun (HUT) Indonesia karena dianggap sebagai jajanan rakyat. DOK. SHUTTERSTOCKBandros dari Bandung merupakan penganan yang identik dengan hari ulang tahun (HUT) Indonesia karena dianggap sebagai jajanan rakyat.
|

KOMPAS.com – Setiap 17 Agustus, rakyat Indonesia gegap gempita menyambut Hari Kemerdekaan. Untuk memeriahkan perayaan hari ulang tahun (HUT) Indonesia, warga biasanya mulai memasang bendera merah putih sejak awal bulan.

Beberapa wilayah bahkan melakukan sejumlah aktivitas unik sesuai dengan tradisi turun-temurun. Tradisi itu mulai dari kerja bakti mengecat jalan, membuat lampion berwarna merah putih, tirakatan, hingga membuat ragam kuliner Nusantara bersama-sama.

Baca juga: Sebelum Destinasi Wisata Dibuka Kembali, Pahami Panduan Protokol Berwisata Berikut

Namun, kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai mengakibatkan sejumlah aktivitas tidak bisa dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus. Meskipun begitu, beberapa tradisi masih bisa dilakukan sendiri atau bersama keluarga #DiRumahAja, sebut saja memasak kuliner Nusantara.

Terdapat beberapa kuliner Nusantara yang identik dengan Hari Kemerdekaan di beberapa daerah #DiIndonesiAja. Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut.

1. Bandros

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bandros merupakan kuliner khas Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, dan santan. Beberapa orang berpendapat bahwa bandros sama dengan kue pancong dari Jakarta, pukis dari Jateng, dan rangi dari Karawang. Namun, kenyataannya, semua penganan tersebut berbeda.

Pada dasarnya, bandros terbuat dari tepung beras dan memiliki rasa asin. Hal ini berbeda dengan kue pancong dan pukis yang terbuat dari tepung terigu serta memiliki rasa manis.

Baca juga: Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

Perbedaan tersebut juga ditemui pada kue rangi. Kue khas Karawang ini terbuat dari tepung aci (singkong) yang dibubuhi saus cairan gula merah yang kental.

Adapun bandros identik dengan Hari Kemerdekaan karena kue ini akrab dengan istilah “kue rakyat” yang bahan bakunya cenderung terjangkau dan mudah didapatkan.

Kue carabikang identik dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.DOK. SHUTTERSTOCK Kue carabikang identik dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

2. Carabikang

Bila dinilai dari ketenarannya, carabikang mungkin kalah dibandingkan klepon atau bandros sebagai kuliner khas Nusantara yang identik dengan 17-an. Namun, jangan sepelekan carabikang dari segi kecantikan tampilan dan rasanya.

Kuliner khas Jateng tersebut memiliki bentuk unik layaknya bunga yang sedang mekar sempurna. Kehadiran warna-warna cerah yang menghiasi carabikang pun membuat tampilan kue ini terlihat semakin cantik.

Baca juga: Yuk, Jalan-jalan Virtual ke 4 Destinasi Keren di Indonesia

Kue carabikang terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula pasir. Adonan itu membuat kue tradisional ini memiliki rasa manis.

Untuk menyambut HUT Indonesia, beberapa masyarakat pun membuat kue carabikang dengan warna merah putih yang membuat suasana 17-an semakin semarak.

Selain bisa membuat di rumah, kamu juga bisa membeli carabikang secara daring. Salah satu UMKM yang menjual berbagai macam kue tradisional adalah Kue Daniqa.

Klepon merupakan makanan khas dari Jawa yang identik dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.DOK. SHUTTERSTOCK Klepon merupakan makanan khas dari Jawa yang identik dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

3. Klepon merah putih

Klepon merupakan kue tradisional yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng). Kue ini dibuat dari tepung beras ketan yang di tengahnya diisi dengan gula merah.

Biasanya, penganan tradisional klepon identik dengan warna hijau. Khusus untuk memperingati 17-an, beberapa daerah membuat klepon dengan warna merah putih.

Menurut buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa (2017) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), klepon memiliki makna kesederhanaan.

Baca juga: 4 Kerajinan Khas Joglosemar Ini Bisa Dijadikan Suvenir untuk Kerabat

Rasa manis di dalam klepon melambangkan kebaikan hati walaupun tidak terlihat dari luar. Sementara itu, baluran kelapa pada klepon menyimpulkan kesabaran untuk mencapai kebahagiaan.

Tertarik untuk membuatnya? Selain bisa membuatnya sendiri, kamu juga bisa membeli klepon secara daring dengan mudah. Salah satu UMKM yang menjualnya adalah Klepon Buah Surabaya.

Untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Indonesia, kamu bisa membuat nasi kendil atau nasi liwet.DOK. SHUTTERSTOCK Untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Indonesia, kamu bisa membuat nasi kendil atau nasi liwet.

4. Nasi kendil

Bosan membuat kuliner Nusantara yang mainstream untuk menyambut Hari Kemerdekaan? Mungkin kamu bisa mencoba membuat nasi kendil bersama keluarga tercinta di rumah.

Kuliner tradisional itu mempunyai cara unik dalam hal penyajian. Pasalnya, nasi kendil dihidangkan di dalam periuk atau kendil yang terbuat dari tanah liat.

Jenis nasi yang digunakan pada kuliner tersebut adalah nasi liwet. Sebagai pelengkap, terdapat berbagai macam sayuran, seperti oseng jantung pisang dan daun singkong.

Baca juga: Yuk, Bikin Kuliner Khas Bandung Berikut di Rumah

Tak hanya itu, nasi kendil juga kerap ditambah lauk pauk, seperti oseng cumi hitam, oseng ayam suwir, cakalang balado, dan oseng ikan peda.

Bila tertarik membeli nasi kendil, kamu bisa memesannya secara online di salah satu UMKM lokal yaitu LIWET.inc.

Nasi tumpeng merah putih bisa jadi pilihan untuk dimasak di Hari Kemerdekaan Indonesia.DOK. SHUTTERSTOCK Nasi tumpeng merah putih bisa jadi pilihan untuk dimasak di Hari Kemerdekaan Indonesia.

5. Nasi tumpeng

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin sudah akrab dengan nasi tumpeng. Kuliner khas Nusantara yang konon berasal dari tanah Jawa dan Bali ini memang khusus disajikan pada acara-acara penting.

Secara filosofi, nasi tumpeng menyimbolkan sebuah gunung. Menurut tradisi kuno masyarakat Indonesia, gunung merupakan tempat bersemayam para hyang atau arwah leluhur (nenek moyang).

Kemudian, secara harfiah, nama tumpeng berasal dari sebuah kalimat dalam bahasa Jawa, yakni yen metu kudu sing mempeng yang berarti “bila keluar, harus dengan sungguh-sungguh”. Secara garis besar, ucapan itu bisa dimaknai sebagai rasa syukur setelah mencapai sesuatu.

Baca juga: Rayakan Hari Menanam Pohon Nasional, Yuk Berkunjung ke Destinasi Kebun Raya

Nasi tumpeng biasanya disajikan bersamaan dengan berbagai macam lauk pauk di sebuah nampan, seperti potongan atau suwiran ayam goreng, tempe, perkedel, sambal goreng, dan telur dadar. Sebagian daerah di Indonesia bahkan mewarnai nasi tumpeng menjadi merah putih untuk perayaan Hari Kemerdekaan.

Saat ini, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjual nasi tumpeng secara online. Dua di antaranya adalah Rumah Makan Mbak Nining dan Gudeg Simbok.

Itulah beberapa kuliner Nusantara yang identik dengan Hari Kemerdekaan.

Selain bisa dinikmati di rumah, kamu bisa mengirim kuliner tersebut kepada orang tercinta menggunakan pengiriman ekspres untuk mengurangi kontak langsung. Kuliner tadi juga bisa kamu jajakan secara daring untuk menambah penghasilan.

Baca juga: Biar Aktivitas Traveling Enggak Monoton, Coba 4 Kegiatan Sport Ini

Dengan berbisnis kuliner, kamu pun memiliki andil untuk menjaga warisan Nusantara dan turut berpartisipasi dalam meningkatkan nilai produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif (ekraf) dalam negeri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, kuliner merupakan subsektor penyumbang terbesar dari PDB ekraf. Subsektor kuliner menyumbang Rp 455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekraf sebesar Rp 1.134,9 triliun pada 2020.

“Subsektor kuliner juga memiliki andil dalam menyerap tenaga kerja paling banyak, yakni sebesar 9,5 juta tenaga kerja,” ujar Sandiaga seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Lezatnya Santap 4 Kuliner Khas Daerah Ini sambil Traveling di Indonesia

Untuk diketahui, berkegiatan di rumah dan berbisnis secara daring merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bila terpaksa keluar rumah, kamu harus menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat, seperti mencuci tangan hingga bersih, menggunakan masker rangkap dua, menjaga jarak minimum satu meter, membatasi mobilitas, menjauhi kerumunan, serta menghindari makan bersama (6M).

Jangan lupa pula untuk melakukan vaksinasi. Pasalnya, vaksinasi dapat memperkuat kekebalan tubuh terhadap serangan Covid-19.

Demi mencegah penularan Covid-19, Kemenparekraf saat ini giat memberikan program edukasi kepada masyarakat selama pandemi. Salah satunya dengan menyelenggarakan kompetisi #MelodiKemerdekaan yang berlangsung selama 27 Juli – 20 Agustus 2021.

Kompetisi itu juga merupakan bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-76 Indonesia yang bertema #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh.

Melalui kompetisi itu, Kemenparekraf mengajak masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan #DiRumahAja dengan cara menyanyikan salah satu lagu daerah. Terdapat hadiah uang tunai jutaan rupiah yang Kemenparekraf bagikan kepada peserta yang memiliki video paling kreatif.

Baca juga: Wajib Beli, Ini 3 Oleh-oleh Anti-Mainstream dari Jogja, Solo, dan Semarang

Tak cukup sampai di situ, para pemenang juga kaan mendapatkan ucapan spesial Hari Kemerdekaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), merchandise eksklusif Wonderful Indonesia, dan gift box dari Rumah Digital Indonesia.

Selain itu, video kreatif dari para pemenang juga akan ditayangkan di media sosial Pesona Indonesia dan Rumah Digital Indonesia.

Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan kesempatan ini. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi laman berikut atau ikuti akun Instagram @pesonaid_travel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.