Kompas.com - 09/08/2021, 14:13 WIB

KOMPAS.com - Perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia disambut dengan beragam tradisi dan sajian khusus.

Masyarakat Indonesia di tiap daerah memiliki cara sendiri untuk memanjatkan doa dan rasa syukur atas tibanya tahun yang baru.

Tidak sedikit yang menyajikan hidangan khusus saat perayaan Tahun Baru Islam. Simak delapan makanan khas Tahun Baru Islam dari berbagai daerah berikut ini.

Baca juga: 2 Resep Bubur Merah Putih khas Tahun Baru Islam, Siapkan Beras Ketan dan Santan

1. Ayam ingkung

Ilsutrasi ayam ingkungoshdr / shutterstock Ilsutrasi ayam ingkung

Ayam ingkung adalah salah satu makanan yang biasanya disajikan oleh masyarakat Jawa saat perayaan Tahun Baru Islam.

Ayam ingkung dibuat dari ayam kampung yang dimasak utuh bersama jeroan, santan dan aneka bumbu rempah.

Mengutip berita Kompas.com yang tayang pada Kamis (20/8/2020), ayam ingkung disebut memiliki arti mengayomi yang diambil dari kata jinakung dalam Bahasa Jawa kuno dan manekung yang artinya memanjatkan doa. 

Baca juga: Filosofi Bubur Suro Khas Tahun Baru Islam, Tiap Lauknya Pun Bermakna

2. Bubur suro

Berita Kompas.com pada Selasa (18/8/2020) menyebut, bubur suro biasanya disajikan sebagai alat atau yang disebut juga dengan uba rampe dalam bahasa Jawa.

Bubur suro disajikan sebagai alat untuk memaknai 1 Suro atau peringatan Tahun Baru Islam yang akan datang. 

Bubur suro memiliki varian yang berbeda di beberapa tempat, seperti Tuban, Madura, Cirebon, hingga Aceh dan Sumatera.

Biasanya bubur suro akan disajikan bersama beberapa pelengkap, seperti telur, aneka jenis kacang, dan tambahan lain sesuai khas daerah masing-masing.

Baca juga: Resep Bubur Suro Khas Tahun Baru Islam, Disajikan Lengkap dengan Lauk

3. Tumpeng

Ilustrasi nasi tumpengShutterstock/triocean Ilustrasi nasi tumpeng

Tumpeng merupakan sajian umum yang kerap dikaitkan dengan peringatan khusus, termasuk perayaan Tahun Baru Islam.

Tumpeng dibuat dengan nasi dan beragam lauk yang sudah dipilih dan memiliki bentuk kerucut untuk menggambarkan konsep ketuhanan.

Baca juga: Mengenal 37 Jenis Tumpeng Tanah Air, Ada yang Berwarna Biru

Ilustrasi apem selong (Jawa). SHUTTERSTOCK/FOTONE AGUS Ilustrasi apem selong (Jawa).

4. Apem

Bukan hanya makanan berat, Tahun Baru Islam juga dirayakan dengan menyajikan jajanan pasar seperti apem.

Apem dibuat dari tepung beras, santan, gula, telur, dan beberapa bahan lainnya yang dimasak menggunakan cetakan apem.

Salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Karanganyar, Jawa Tengah, yaitu Wahyu Kliyu adalah melemparkan apem ke tikar yang sudah dilapisi daun pisang.

Pelaksanaan tradisi Wahyu Kliyu tersebut dianggap jadi simbol memohon anugerah kepada Tuhan.

Baca juga: Resep Bubur Merah Putih Ketan, Biasa Ada Saat Tahun Baru Islam

5. Bubur merah putih

Ilustrasi bubur merah putih. SHUTTERSTOCK/SHERLIANA JULIANI Ilustrasi bubur merah putih.

Selain bubur suro, bubur merah putih juga memiliki kaitan yang erat dengan perayaan Tahun Baru Islam.

Bubur merah putih dipercaya sebagai simbol untuk memulai kehidupan atau awal yang baru. Warna merah dan putih pada bubur merah putih memiliki makna tersendiri. 

Menurut sejarawan Heri Priyatmoko, warna merah pada bubur merah putih merupakan simbol indung telur, sementara warna putih pada bubur merah putih adalah simbol dari sperma.

Baca juga: 2 Resep Bubur Merah Putih khas Tahun Baru Islam, Siapkan Beras Ketan dan Santan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.