Kompas.com - 04/07/2021, 13:08 WIB
Ilustrasi makanan tradisional khas Bandung. Ada cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. SHUTTERSTOCK/ Hanifah KurniatiIlustrasi makanan tradisional khas Bandung. Ada cireng, cilok, seblak, dan telur gulung.

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 tak dipungkiri berdampak besar pada para pelaku UMKM kuliner.

Apalagi menjelang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai Sabtu (3/7/2021).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan beberapa langkah yang coba ditempuh. Salah satunya adalah melalui bantuan insentif pemerintah.

Bantuan insentif pemerintah dan bantuan lain yang kita harapkan bisa meningkatkan kemampuan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama kuliner agar bisa bertahan,” kata Sandiaga ketika jadi pembicara dalam acara Temu Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) Akbar yang diadakan virtual pada Jumat (2/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat, Makan di Restoran dan Mal Dilarang Mulai 3 Juli 2021

Bantuan insentif pemerintah ini, kata Sandiaga, memang tak banyak jumlahnya. Namun diharapkan bisa tepat sasaran, bermanfaat, dan tepat waktu.

“Banyak teman-teman di sektor kuliner ini mengalami turbulensi. Apalagi PPKM Darurat ini semuanya harus online. Makanya kita hadir mulai Juli ini dengan bantuan insentif pemerintah,” tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ada pula dana hibah pariwisata untuk masyarakat Bali.

Dengan diberikannya dana hibah ini, diharapkan bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat Bali dan mendorong tingkat penjualan UMKM kuliner.

“Doakan saja mudah-mudahan program dana hibah pariwisata ini bisa kita gelontorkan di ujung atau pertengahan sampai akhir kuartal ketiga,” imbuh Sandiaga.

Baca juga: Dukung PPKM Darurat, GoFood Siapkan Promo Layanan Pesan-Antar

Sajian ikan patin goreng di Warung Mak Beng, salah satu tempat kuliner legendaris di Bali. DOK. BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAREKRAF/SENDY A SAPUTRA Sajian ikan patin goreng di Warung Mak Beng, salah satu tempat kuliner legendaris di Bali.

Langkah selanjutnya, adalah melakukan sosialisasi mengenai Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) yang akan dilakukan secara masif pada seluruh pelaku UMKM kuliner.

Kemudian juga mendorong percepatan pemberian vaksin. Khususnya di Pulau Bali, sesuai dengan target pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara.

“Mempercepat vaksinasi di Bali khususnya, dengan target 6 juta dosis vaksin yang bisa kita berikan sebelum akhir Juli, awal Agustus yang dicanangkan Presiden sebagai target waktu kita membuka Bali untuk wisman,” sambung dia.

Baca juga: Menparekraf Imbau Pelaku UMKM Kuliner Lakukan Vaksin dan Optimalkan CHSE

Selain itu, Sandiaga juga akan berusaha mengadakan beberapa kegiatan lainnya agar para pelaku UMKM kuliner tetap bisa bergerak. Salah satunya adalah kegiatan yang diberi nama “Bergerak”, singkatan dari Bedah Gerai Kuliner.

“Kita ingin gerai mereka meningkat dari tadinya sederhana, ke enggak usah mewah tapi higienis, menarik. Terus dari segi produksinya efisien, dan sebagainya. Saya mau ada bebrapa kegiatan lagi yang bisa kita kerjakan dalam konsep kolaborasi,” pungkasnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.