Kompas.com - 22/06/2021, 12:32 WIB
Ilustrasi es selendang mayang ShutterstockIlustrasi es selendang mayang

KOMPAS.com – DKI Jakarta berulang tahun ke-494 hari ini, 22 Juni 2021. Untuk merayakannya, salah satunya bisa dengan menikmati beberapa kuliner khas Jakarta yang populer.

Kamu mungkin cukup familiar dengan es selendang mayang. Minuman segar khas masyarakat Betawi ini memang cukup populer karena rasanya yang legit dan unik.

Es selendang mayang terbuat dari isian mirip seperti puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren serta kuah santan yang gurih. Kue lapisnya biasanya berwarna putih-hijau-merah muda.

Baca juga: Resep Es Selendang Mayang Khas Betawi, Minuman Segar Penghalau Panas

Ada sejak zaman Belanda

Minuman yang satu ini ternyata memiliki sejarah yang bisa dirunut cukup jauh, hingga ke zaman Belanda.

Menurut Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra, es selendang mayang menjadi minuman kegemaran masyarakat Betawi sampai orang-orang Belanda saat musim panas.

“Minuman ini dulu sering dijajakan oleh pedagang kala menjelang tengah hari sampai sore hari. Selendang mayang ramai dijual saat Batavia memasuki musim panas,” kata Yahya seperti dikutip dari berita Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Es Selendang Mayang Khas Betawi Ada Sejak Zaman Belanda

Adonan kue dari es selendang mayangKOMPAS.COM/ALBERT SUPARGO Adonan kue dari es selendang mayang

Kue lapis dalam es selendang mayang biasanya berwarna putih dan hijau dan/atau merah muda.

Kue lapis tersebut kemudian dipotong-potong dengan bentuk persegi agak tipis lalu disajikan dalam mangkuk.

Kue lapis kemudian disiram pemanis dari gula merah atau sirup berwarna merah. Ditambah air santan dan juga potongan es batu.

Penjual es selendang mayang banyak ditemukan ketika musim panas datang, yakni bulan Juni-November. Namun ketika memasuki musim hujan, para pedagangnya mulai menghilang.

Baca juga: Ulang Tahun Ke-494 DKI Jakarta, Kenali 15 Makanan Khas Betawi yang Langka

Biasa ditemukan di Kota Tua

Dahulu, Kota Tua atau Old Batavia kerap menjadi tempat pertemuan pasar-pasar. Misalnya, Pasar Tenabang, Pasar Senen, dan lain-lain. Di sana pula para penjual es selendang mayang kerap berjualan.

Walaupun telah ada sejak zaman Belanda, popularitas es selendang mayang seakan tak redup. Kamu masih bisa menemukan penjualnya di banyak tempat.

Biasanya para penjual akan mudah ditemukan di kawasan Museum Fatahilah dan juga di Mampang Prapatan. Ada juga tentu saja di perkampungan budaya Betawi, yakni di Setu Babakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X