Kompas.com - 05/06/2021, 08:34 WIB
Ilustrasi santan sedang dimasak. SHUTTERSTOCK/YUPA WATCHANAKITIlustrasi santan sedang dimasak.

KOMPAS.com – Laksa merupakan salah satu sajian Peranakan yang juga bisa ditemukan di beberapa wilayah Nusantara.

Laksa identik dengan kuah gurih dan creamy dari santan, dengan aroma harum yang kuat dari berbagai rempah yang digunakan.

Santan menjadi salah satu bahan penting dalam laksa. Namun, memasak santan membutuhkan keterampilan dan kesabaran, karena rentan pecah jika dimasak dengan cara yang salah.

Baca juga: Sejarah Laksa, Berawal dari Pernikahan Peranakan di Asia Tenggara

Untuk itu, ada beberapa tips mengolah santan pada laksa agar tidak mudah pecah.

Tips berikut disampaikan oleh Executive Chef Hotel Santika Mega City Bekasi Sadar Bonar Nababan dalam Live IG Kangen Masakan Kampungku di Instagram @my.foodplace, Kamis (3/6/2021).

Laksa Nusantara buatan Executive Chef Hotel Santika Mega City Bekasi Sadar Bonar Nababan.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Laksa Nusantara buatan Executive Chef Hotel Santika Mega City Bekasi Sadar Bonar Nababan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Panaskan santan lebih dulu

Cara pertama adalah dengan memanaskan santan lebih dahulu. Panaskan santan di panci terpisah dengan bahan lainnya. Panaskan hingga mendidih sambil diaduk.

Jika sudah mendidih, baru tuangkan santan tersebut ke dalam panci atau wajan tempat kamu memasak sajian utama.

Aduk santan dengan bahan lainnya hingga rata. Ingat juga untuk memasukkan santan di akhir proses memasak, ketika masakan sudah akan matang.

Baca juga: Hindari 4 Kesalahan Ini Saat Masak Santan, Bikin Santan Pecah

“Itu agar enggak terlalu jauh perbedaan dari temperatur si santan dengan bahan yang akan dicampur. Ini misalnya 100 derajat suhu bahan, dan santan suhunya lima derajat. Itu jauh bedanya. Ada risiko pecah nanti,” jelas Bonar.

Baca juga: Cara Membuat Santan Kental, Sedang, dan Encer untuk Masakan

Ilustrasi santan alami dari sebutir kelapa segar. SHUTTERSTOCK/HOMELESSCUISINE Ilustrasi santan alami dari sebutir kelapa segar.

2. Gunakan api kecil

Selanjutnya, gunakan api kecil saat membuat laksa setelah santan dimasukkan.

Jika menggunakan api besar, maka santan akan mendapatkan panas yang terlalu tinggi. Panas yang terlalu tinggi akan mengakibatkan santan mudah pecah.

3. Ganti sebagian dengan krim

Bonar juga memberikan alternatif lain, kamu bisa mengganti sebagian takaran santan dengan krim. Krim akan mengurangi risiko santan lebih mudah pecah.

Baca juga: Cara Simpan Santan Kemasan yang Tidak Habis Pakai

“Tapi yang pasti flavor akan berubah. Flavor dari si santan itu enggak akan sekuat kalau pakai krim. Kalau krim dia akan lebih mild, rasanya lebih lembut,” tutur Bonar.

Biasanya ia menggunakan perbandingan 50:50 antara santan dan krim untuk satu resep. Jika menggunakan campuran krim, sajian cenderung akan punya konsentrasi yang lebih padat.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X