Kompas.com - 08/05/2021, 07:03 WIB
Ilustrasi opor ayam yang biasa disajikan dengan ketupat saat Lebaran. SHUTTERSTOCK/AMALLIA EKAIlustrasi opor ayam yang biasa disajikan dengan ketupat saat Lebaran.

KOMPAS.com - Opor ayam adalah sajian berkuah yang biasa dihidangkan bersama ketupat dan sayur ketupat sebagai menu Lebaran.

Di Indonesia, opor ayam memiliki beberapa versi, di antaranya adalah opor ayam kuning dan opor ayam putih.

Menurut Fadly Rahman, sejarawan kuliner, munculnya opor ayam memiliki pengaruh budaya dari negara luar.

Baca juga: Resep Opor Ayam Kampung Tanpa Santan, Menu Lebaran Rendah Kalori

“Kalau pengaruh opor masuk ke Indonesia ini memang merupakan hasil dari akulturasi atau penyatuan budaya Indonesia dengan budaya asing. Khususnya pengaruh Arab dan India," kata Fadly dalam berita Kompas.com.

Masakan dari Arab dan India kemudian dimodifikasi hingga akhirnya bisa menghasilkan opor ayam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"India punya kari, lalu Arab membawa gulai, dan kita dengan kreatifnya melakukan modifikasi atau akulturasi budaya India dan Arab itu dengan menghasilkan opor,” pungkasnya.

Baca juga: Resep Opor Ayam, Sajian Spesial buat Makan Bareng Keluarga

Masuk ke Indonesia sejak masa pra-Islam

Mengutip berita Kompas.com, Travelling Chef Wira Hardiansyah mengatakan bahwa opor ayam sudah disajikan bersama ketupat sejak masa pra-Islam.

Lebih lanjut, menurut Chef Wira, ketupat dan opor ayam dipasangkan karena maknanya meminta maaf atas segala kesalahan, baik tindakan serta pikiran buruk atas sesuatu atau seseorang.

Dalam berita itu, Chef Wira menyebutkan bahwa opor ayam merupakan bentuk asimilasi budaya orang-orang Nusantara.

Bahkan, opor ayam konon diadopsi dari Kerajaan Mughal di India.

Baca juga: 3 Cara Tahu Ayam Rebus Matang Sempurna, Bekal Bikin Opor Ayam

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X