Kompas.com - 25/04/2021, 14:04 WIB
Ilustrasi salah satu pemanis pengganti gula, stevia, untuk penderita diabetes (diabetesi). Selain stevia, ada juga produk pemanis yang aman dikonsumsi diabetasi seperti aspartam dan sakarin. SHUTTERSTOCK/NIKCOAIlustrasi salah satu pemanis pengganti gula, stevia, untuk penderita diabetes (diabetesi). Selain stevia, ada juga produk pemanis yang aman dikonsumsi diabetasi seperti aspartam dan sakarin.

KOMPAS.com - Sumber manis yang dihasilkan dari tiap sajian umumnya berasal dari gula. Gula merupakan bagian dari karbohidrat sederhana atau kompleks.

Gula sederhana diperoleh dari tebu, buah, dan susu. Saat ini, gula sederhana sudah melalui proses pemurnian yang mengubahnya menjadi produk seperti gula pasir dan sirup.

Konsumsi gula secara berlebihan dinilai tidak baik untuk kesehatan gigi dan bobot tubuh. Maka, muncul pengganti gula yang disebut pemanis buatan dengan kalori rendah.

Baca juga: 11 Bahan Pengganti Gula, Ada Stevia Hingga Gula Kelapa

Pemanis buatan rendah kalori

Menurut dokter dan pakar nutrisi, Tan Shot Yen, pemanis buatan adalah substansi kimia yg sengaja dibuat sebagai pengganti gula.

Pemanis buatan dapat menduplikasi rasa manis pada gula, tetapi mengandung kalori yang lebih rendah.

Ilustrasi gula pasir dan gula bubuk. SHUTTERSTOCK/BEATS1 Ilustrasi gula pasir dan gula bubuk.

Kandungan kalori yang rendah tersebut menimbulkan anggapan pada sebagian orang bahwa aman mengonsumsi pemanis buatan sebagai pengganti gula.

Sementara, menurut Tan kehadiran pemanis buatan yang disebut juga sebagai pemanis artifisial ini masih perlu dipertanyakan keamanannya.

“Soal keamanan, masih dalam tanda tanya besar karena pemanis artifisial ini punya kekuatan ratusan kali lipat dari rasa manis yang berasal dari gula itu sendiri,” kata Tan pada Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Apa Fungsi Gula untuk Baking Selain Sebagai Pemanis?

Pemanis buatan lebih manis daripada gula alami

Tingkat manis yang ada dalam pemanis buatan jauh lebih tinggi dibandingkan gula alami. Hal ini akan memicu seseorang menjadi kecanduan rasa manis.

“Akibatnya, dampak psikologis orang selain merasa 'aman' karena dipikirnya hanya masalah 0 kalori, tapi justru dengan mengira aman maka orang-orang ini akan semakin banyak mengonsumsi makanan manis yang juga menimbulkan kecanduan,” lanjutnya.

Baca juga: Cara Pakai Sirup Jagung, Pengganti Gula pada Masakan Korea

Ilustrasi daun stevia yang sudah dikeringkan. SHUTTERSTOCK/HANDMADEPICTURES Ilustrasi daun stevia yang sudah dikeringkan.

Orang yang sudah terbiasa mengonsumsi pemanis buatan akan sulit mengenali rasa manis pada makanan yang mengandung gula alami. Bahkan, bisa jadi tidak menganggap makanan tersebut manis lagi.

Tan menyampaikan bahwa saat ini ada berbagai pemanis buatan, antara lain sakarin, asesulfam, aspartam, neotam, xylitol atau silitol, stevia, dan sukralosa.

Baca juga: Stevia Bahan Pengganti Gula Nol Kalori, Simak Rasio Pakainya

Dikutip dari Healthline, dari antara pemanis buatan tersebut, saccharin atau sakarin menjadi jenis pemanis buatan yang memiliki kandungan manis paling tinggi, yaitu 700 kali lipat dari gula pasir.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Healthline
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.