Kompas.com - 22/04/2021, 02:18 WIB
Ilustrasi kluwek atau keluak.  Dok. Shutterstock/JPL DesignsIlustrasi kluwek atau keluak.

KOMPAS.com - Kluwek atau keluak berasal dari tanaman picung yang diproses menjadi rempah untuk masakan. Dalam bahasa latin, picung disebut sebagai Pangium edule.

Pohon picung atau pangi merupakan tanaman hutan yang berukuran besar dan umumnya sudah berusia tahunan.

Picung membutuhkan waktu setidaknya delapan hingga sembilan bulan hingga bisa dipanen.

Saat mendekati waktu panen, tanaman picung akan menunjukkan tanda dengan buah picung  yang jatuh.

“Nanti kalau jatuh sekitar 20 persen, nah buahnya bisa dipetikin,” kata Nuri Andarwulan, Dosen Departemen Ilmu dan Tekonologi Pangan di Institut Pertanian Bogor dihubungi Kompas.com, Rabu (21/4/2021). 

Baca juga: 2 Cara Simpan Kluwek agar Tidak Lembab dan Jamuran, Jangan Taruh Stoples

Nuri menyampaikan bahwa buah picung yang telah jatuh terlebih dahulu atau matang pohon memiliki kualitas yang sangat bagus.

Buah picung terdiri dari biji dan daging. Biasanya, jumlah biji picung yang ada dalam satu buah adalah ganjil. Entah berjumlah sembilan, sebelas, atau 13.

Picung harus melewati beberapa tahapan agar bisa menjadi kluwek.

Umumnya, petani kluwek tidak akan langsung mengambil biji picung dari pohonnya. Melainkan mendiamkannya selama beberapa hari.

“Petani kluwek tidak kemudian membuka buah dan mengambil bijinya, susah. Biasanya, dibiarkan saja di kebon sampai busuk, baru diambil,” tutur Nuri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Resep Rawon Daging Sapi Khas Jawa Timur, Pakai Sambal Terasi

Saat buah picung sudah membusuk, akan mudah untuk mengambil dan mengolah biji picung.

Biji picung yang baru diambil harus dicuci bersih dan direbus menggunakan panci besar hingga mendidih.

Ilustrasi kluwekShutterstock Ilustrasi kluwek

Setelah direbus, biji picung harus direndam, bisa dalam ember ataupun dalam kucuran air selama tiga hingga lima hari.

Baca juga: Tips Pilih Kluwek yang Bagus dan Cara Buka Kluwek

Proses ini menjadi bagian untuk menghilangkan racun sianida yang ada dalam buah picung. 

Setelah proses perendaman, biji picung bisa dibuka dan menghasilkan daging picung yang berwarna putih kekuningan, bagian ini disebut dage picung.

Dage umumnya digunakan oleh masyarakat Sunda sebagai bumbu masakan bersantan, seperti sayur lodeh.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X