Kompas.com - 20/04/2021, 08:06 WIB
Dawet Kemayu Dok. Instagram @dawetkemayuDawet Kemayu

 

Perkembangan franchise yang pesat

Menurut Furqon, ada beberapa faktor yang membuat Dawet Kemayu bisa berkembang sepesat ini. Pertama adalah dari USP Dawet Kemayu yakni tidak menggunakan santan, non-kolesterol, dan rendah gula.

“Dawetku sebenarnya kenyal. Kayak boba tapi enggak terlalu juga, hanya kenyal. Kemudian kita enggak pakai santan, yang membuat itu jadi lebih sehat, non-diabetes, non-kolesterol. Cocok buat teman-teman yang lagi program diet dan lain-lain,” jelas Furqon.

Ia menuturkan bahwa target pasar utama Dawet Kemayu bukanlah generasi milenial. Melainkan generasi 80 dan 90-an yang memang familier dan sudah rindu dengan jajanan pasar tradisional seperti dawet ini tetapi menghindari santan.

Dawet Kemayu menggunakan salah satu merek krimer nabati ternama. Krimer nabati ini bertindak sebagai pengganti santan, memberikan rasa mirip santan tetapi diklaim lebih sehat.

Baca juga: Resep Cendol Dawet Tepung Beras, Tanpa Kapur Sirih

Tantangan berbisnis

Ketika ditanya mengenai tantangan selama berbisnis dawet ini, Furqon mengaku masih agak kesulitan melakukan edukasi terkait produk yang ia tawarkan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Furqon, masih banyak masyarakat yang salah kaprah mengenai dawet. Banyak dari mereka yang menyangka dawet bukanlah minuman sehat karena mengandung santan dan gula yang terlampau banyak.

“Tantangan dari customer sih edukasi produk. Bahwa ada loh jajanan tradisional minuman dawet yang sehat. Enggak usah takut konsumsi ini, sehat dan bisa dikonsumsi setiap hari. jadi enggak perlu takut kena kolesterol, diabetes, atau program dietnya berantakan,” tutur Furqon.

Maka dari itu, sangat dibutuhkan strategi dan sumber daya manusia yang tepat untuk melakukan penetrasi langsung ke konsumen.

Tak hanya langsung ke konsumen umum, tapi juga ke perusahaan, organisasi, dan komunitas.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X