Kompas.com - 15/04/2021, 02:11 WIB
Penjualan timun suri di Pasar Induk Kramatjati alami penurunan dibanding Lebaran tahun lalu. Rabu (15/6/2016) Robertus BelarminusPenjualan timun suri di Pasar Induk Kramatjati alami penurunan dibanding Lebaran tahun lalu. Rabu (15/6/2016)

KOMPAS.com - Memasuki bulan puasa, timun suri menjadi salah satu buah yang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, khususnya Jabodetabek, buah timun suri mudah ditemukan. Mulai dari warung sayur dan buah hingga di pinggir jalan.

Baca juga: Cara Pakai Biji Selasih untuk Campuran Takjil Buka Puasa

"Kalau dari segi masyarakat, timun suri banyak digemari karena mudah diolah dan dikonsumsi," kata Deden Derajat Matra, Dosen Agronomi dan Hortikultura saat dihubungi oleh Kompas.com pada Selasa (13/4/2021).

Sebenarnya, timun suri tidak memerlukan waktu khusus untuk bisa tumbuh.

Buah ini dikenal sebagai buah tanpa musim yang bisa tumbuh kapan saja selama ketentuan menanamnya bisa dijalankan dengan baik.

Namun, permintaan pasar terhadap jumlah timun suri seringkali meledak saat ramadhan tiba. Tidak diketahui pasti sejak kapan peristiwa ini terjadi.

Dikenal dengan nama timun, sebenarnya timun suri bukan termasuk jenis timun.

Baca juga: 3 Cara Pilih Timun Suri yang Bagus dan Segar

Menurut Deden, jika dilihat dari jumlah kromosom timun suri, buah berbentuk lonjong tersebut lebih erat kaitannya dengan melon dibandingkan timun biasa.

Timun suri mudah dibudidayakan dan hanya memerlukan waktu tanam sekitar dua bulan hingga bisa dipanen.

"Petani yang sudah berpengalaman akan tau kapan waktu yang pas untuk menanam, kapan panennya akan tercapai. Jadi, tanam timun surinya beda minggu, supaya kontinuitas timun suri tetap ada selama puasa," jelas Deden.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X