Kompas.com - 14/04/2021, 18:03 WIB
Ilustrasi buka puasa dan sahur dengan kurma SHUTTERSTOCK/GORKEM DEMIRIlustrasi buka puasa dan sahur dengan kurma

KOMPAS.com - Kurma bukan hanya dapat tumbuh di Timur Tengah, melainkan juga di Indonesia. Namun, ada perbedaan antara kurma Indonesia dengan kurma asli Timur Tengah.

Pakar kurma dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Sudarsono, MSc., menjelaskan lebih detail terkait perbedaan kurma yang tumbuh di Indonesia dengan Timur Tengah.

Baca juga: Tidak Adil Membandingkan Kurma Timur Tengah dengan Kurma Lokal Indonesia

1. Iklim tempat pohon kurma tumbuh

Mustain Anshori menunjukkan pohon kurmanya yang berbuah.KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Mustain Anshori menunjukkan pohon kurmanya yang berbuah.

Mengutip Kompas.com, kurma di Timur Tengah adalah jenis yang hanya bisa berkembang baik di daerah iklim kering (arid).

Pohon kurma di Timur Tengah memerlukan kondisi kering, kandungan air rendah, dan suhu tinggi pada periode pertumbuhan tertentu agar bisa tumbuh dengan baik.

Dalam kondisi tersebut, pohon kurma dapat berbunga, dan menghasilkan buah yang berkembang menjadi kurma tamr atau kurma kering.

Sementara, pohon kurma dari Timur Tengah yang ditanam di Indonesia tidak dapat berkembang dengan baik karena beriklim tropis; curah hujan tinggi dan lembab.

Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dua daerah yang berpotensi menjadi tempat tumbuhnya kurma dari Timur Tengah. Pasalnya, iklimnya relatif kering dan jarang hujan.

Baca juga: Perbedaan Kurma Timur Tengah dengan Kurma Lokal Indonesia

2. Tingkat kematangan kurma yang dipanen

Ilustrasi kurma segar dijual di pasar. Cara menyimpan kurma harus tepat supaya buah ini bisa awet dari 3 bulan sampai 1 tahun.SHUTTERSTOCK/ALEKS333 Ilustrasi kurma segar dijual di pasar. Cara menyimpan kurma harus tepat supaya buah ini bisa awet dari 3 bulan sampai 1 tahun.

Menurut Sudarsono, kurang tepat membandingkan rasa dan kualitas hasil panen kurma dari Timur Tengah dengan lokal Indonesia, seperti dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Tidak Adil Membandingkan Kurma Timur Tengah dengan Kurma Lokal Indonesia

Pasalnya, kurma di Indonesia hanya dapat tumbuh dan dipanen pada tahap khalal atau ruthob. Khalal artinya kurma mentah, sedangkan ruthob adalah buah sudah mulai kecoklatan.

Sementara, kurma di Timur Tengah dapat berkembang sampai tamr atau kurma kering yaitu tahapan akhir pertumbuhan buah ini.

Sehingga, lebih adil apabila membandingkan kurma khalal dan ruthob dari Timur Tengah dengan kurma khalal dan ruthob yang tumbuh di Indonesia.

Pada kedua tingkat kematangan kurma tersebut, rasa buahnya yang tumbuh di Indonesia sama dengan di Timur Tengah.

Rasa buah kurma khalal dan ruthob belum terlalu manis, cenderung juicy, dan sedikit renyah. Kandungan air tinggi dan kandungan gula belum setinggi kurma tamr.

Kandungan serat kedua tahap kurma tersebut belum dimodifikasi, itulah yang membuatnya bertekstur renyah.

Kelebihannya, kurma khalal dan ruthob mengandung vitamin C cukup tinggi yang tidak dijumpai pada kurma tamr.

Baca juga: Apa itu Kurma Ajwa? Kurma Premium yang Harganya Mahal

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X