Kompas.com - 14/04/2021, 08:07 WIB
Petani memanen timun suri di Kunciran, Tangerang, Banten, Senin (21/05/2018). Timun suri menjadi salah satu buah favorit yang dijadikan bahan minuman untuk menu berbuka puasa. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPetani memanen timun suri di Kunciran, Tangerang, Banten, Senin (21/05/2018). Timun suri menjadi salah satu buah favorit yang dijadikan bahan minuman untuk menu berbuka puasa.

KOMPAS.com - Saat bulan puasa tiba, timun suri banyak diburu oleh masyarakat Indonesia. Buah yang tidak mengenal musim ini banyak digemari untuk diolah menjadi hidangan berbuka puasa.

Kamu harus memperhatikan beberapa hal sebelum membeli timun suri, agar timun suri tetap segar dan memiliki nutrisi yang utuh saat dikonsumsi. 

Berikut tiga tips memilih timun suri menurut Deden Derajat Matra, Dosen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Resep Lumpia Isi Sarden, Bisa Jadi Lauk atau Camilan Buka Puasa

1. Pilih timun suri berwarna oranye

Timun suri memiliki banyak warna, mulai dari putih, hijau, dan oranye. Meski dari segi bentuk ketiganya hampir sama, ternyata kandungan di dalamnya berbeda.

Timun suri berwarna oranye dinilai mengandung lebih banyak betakaroten yang berfungsi sebagai pro vitamin A dan baik untuk tubuh.

Jadi, semakin oranye warna timun suri, semakin baik kandungan di dalamnya.

Baca juga: Resep Nugget Wortel Keju Lumer, Makanan Buka Puasa Anak

2. Beli timun suri bertekstur agak keras

Timun suri mengandung sembilan puluh persen air sehingga tidak tahan lama untuk disimpan.

Jika kamu ingin menyimpan timun suri terlebih dulu sebelum dikonsumsi, pastikan timun suri yang dibeli tidak lembek.

Sebaliknya, pilihlah timun suri yang memiliki tekstur sedikit keras dan matang sehingga awet hingga satu minggu ke depan sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Santap Sahur dan Berbuka Puasa Jadi Lebih Seru dengan Kreasi Menu Ayam KFC

3. Jangan beli timun suri yang retak

Saat beli timun suri pilihlah bentuk buah yang sempurna, jangan membeli timun suri dalam keadaan retak.

Meski timun suri yang retak cenderung murah, namun keretakan pada timun suri dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh.

Timun suri yang retak berarti kekurangan zat hara sehingga membuat dinding sel buahnya pecah.

Selain itu, retakan pada buah timun suri berpotensi membuka ruang terhadap bakteri untuk masuk dan akhirnya bisa terkontaminasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X