Kompas.com - 03/04/2021, 14:53 WIB
Ilustrasi MSG ShutterstockIlustrasi MSG


KOMPAS.com – MSG adalah singkatan dari monosodium glutamat. MSG seringkali juga disebut sebagai mecin atau micin di Indonesia. Namun sebenarnya, apa itu MSG dan dari mana MSG berasal?

Mengutip The Spruce Eats, MSG adalah kristal berwarna putih yang diekstrak dari asam glutamat alami yang bisa ditemukan di banyak bahan makanan. Rumput laut, batang tebu, dan beberapa sayuran tertentu misalnya.

Seperti tertera dalam berita Kompas.com, secara kimia MSG berbentuk seperti bubuk crystalline berwarna putih yang mengandung 78 persen asam glutamat dan 22 persen gabungan dari sodium dan air.

Baca juga: Kenapa MSG alias Mecin Punya Reputasi Buruk? Simak Fakta Sebenarnya

MSG berfungsi untuk memperkuat dan meningkatkan rasa makanan. Asam glutamat dalam MSG ini merupakan bagian dari glutamat, yang jadi sumber rasa umami atau rasa gurih yang adalah rasa dasar kelima.

Dilansir dari Ajinomoto.com, MSG adalah bentuk paling murni dari umami. MSG juga bisa digunakan untuk pengganti sebagian garam.

MSG sudah diklasifikasikan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan juga World Health Organization (WHO).

Baca juga: Apa Itu MSG? Samakah dengan Mecin?

Ilustrasi - bahan pembuatan dashi antara lain seperti konbu, bonito, katsuoboshi, jamur shiitake, dan lainnya. Shutterstock Ilustrasi - bahan pembuatan dashi antara lain seperti konbu, bonito, katsuoboshi, jamur shiitake, dan lainnya.

Mecin berawal dari ekstraksi kaldu dashi

MSG pertama kali ditemukan oleh Profesor Kikunae Ikeda pada 1908. Saat itu pada 1907, ia mencicipi kaldu dashi buatan istrinya yang dibuat menggunakan kombu atau rumput laut Jepang.

Merasakan rasa gurih yang tak biasa, Profesor Ikeda pun meneliti kaldu buatan istrinya itu.

Dari sana, ia berhasil mengekstrak komponen kristal yang ternyata adalah asam glutamat. Rasa kristal tersebut menghasilkan rasa umami.

Baca juga: Apa Itu Dashi? Kaldu khas Jepang yang Dibuat Chef Juna di Masterchef Indonesia

Proses membuat mecin

Ilustrasi tomat yang sudah dikeringkan di bawah sinar matahariPixabay/congerdesign Ilustrasi tomat yang sudah dikeringkan di bawah sinar matahari

Kini, MSG tak lagi diekstrak dari kaldu rumput laut.

MSG atau mecin yang sering kamu temukan dalam bentuk kristal di supermarket kini biasanya dibuat melalui proses fermentasi bahan-bahan nabati seperti batang tebu, bit gula, singkong, atau jagung.

Pembuatannya seperti digambarkan dalam video produksi MSG Ajinomoto, bahan-bahan tersebut difermentasikan menggunakan mikroba yang memproduksi asam glutamat.

Langkah pertama, bahan-bahan tersebut diubah menjadi glukosa lebih dahulu. Glukosa kemudian akan dimasukkan ke dalam tanki fermentasi. Selanjutnya, mikroorganisme fermentasi pun ditambahkan.

Mikroorganisme tersebut kemudian akan memakan glukosa dan mengubahnya menjadi asam glutamat. Setelah proses fermentasi selesai, asam glutamat tersebut akan berubah menjadi larutan MSG.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X