Kompas.com - 01/04/2021, 22:02 WIB
Ilustrasi beras dalam mangkuk kayu. SHUTTERSTOCK/ERLY DAMAYANTIIlustrasi beras dalam mangkuk kayu.

KOMPAS.com - Mayoritas orang Indonesia tak bisa lepas dari bahan pangan beras.

Beras yang dimasak menjadi nasi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar rakyat Indonesia.

Beras di Indonesia memiliki banyak jenis. Menurut Dr. Ir. Sugiyanta, MSi, Dekan Fakultas Pertanian Universitas IPB ada beberapa hal yang menjadi dasar pengelompokan beras.

Baca juga: Sejak Kapan Orang Indonesia Ketergantungan Beras? Simak Sejarahnya

“Kualitas beras dapat berdasar SNI, Bulog, atau berdasar Peraturan Menteri Perdagangan. Dalam perdagangan beras biasanya dikelompokkan menjadi beras medium dan beras premium,” jelas Dr. Ir. Sugiyanta kepada Kompas.com, pada Senin (29/3/2021).

Dr. Ir. Sugiyanta menjebarkan, Bulog menggolongkan beras Mutu 1, 2 dan 3 berdasarkan derajat Sosoh, persen beras patah, campuran butir beras merah, atau rusak dan lain-lain.

“Beras berdasarkan ukuran biasanya digolongkan kedalam beras panjang (long train, medium, dan beras bulat short grain),” tambahnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan varietas ada Rojo Lele, Mentik Wangi, Bareh Solok, Pandan Wangi, dan lain-lain.

Selain itu ada beras varietas modern seperti Ciherang, Inpari, dan Mekongga.

Ilustrasi berasKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi beras

“Umumnya varietas lokal merupakan tipe Javanica atau Indo Japonica yang ukuran berasnya short grain atau medium, kadar amilosa rendah sehingga lebih pulpen,” jelasnya.

Baca juga: Cara Masak Beras Berdasarkan Jenis dan Rasio Air, dari Beras Merah sampai Beras Jepang

Sugiyanta menjelaskan bahwa sebagian varietas beras lokal tipe Javanica atau Indo Japonica termasuk golongan padi aromatik seperti jasmine rice atau beras melati.

Jasmine rice sendiri adalah beras yang memiliki aroma yang harum. Beras ini berasal dari Thailand dan memiliki aroma serta rasa manis yang khas saat dimasak.

Beras ini memiliki kandunfan amilopektin yang lebih tinggi dari rata-rata, sehingga memiliki tekstur yang agak lengket dan empuk saat dimasak.

Baca juga: Apakah Beras Perlu Dicuci? Ini Penjelasannya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X