Kompas.com - 25/03/2021, 14:21 WIB
Ilustrasi susu dan madu. SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIOIlustrasi susu dan madu.

KOMPAS.com - Perusahaan start-up di Inggris dan Amerika membuat madu dan susu ramah vegan. Madu bukan dari lebah, begitu pula susu bukan dari sapi melainkan dengan bantuan mikroorganisme.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah alternatif pengganti daging dan susu berupa pangan nabati tersebar luas.

Namun, beberapa dari makanan alternatif tersebut kurang dalam hal rasa, tekstur, maupun penggunaannya.

Menutip BBC sebuah perusahaan di California, Amerika Serikat bernama MeliBio mengembangkan produk madu ramah vegan yang rasa dan teksturnya mirip madu dari lebah.

Baca juga: Apa Bedanya Vegan dan Vegetarian?

Ilustrasi madu mentahshutterstock Ilustrasi madu mentah

Madu ramah vegan dengan bantuan mikroorganisme

Temuan pembuatan madu tanpa lebah tersebut dikembangkan oleh Darko Mandich, salah satu pendiri sekaligus kepala eksekutif MeliBio.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biasanya proses pembuatan madu melibatkan lebah, tetapi kali ini Mandich mencoba membuatnya melalui proses fermentasi oleh bakteri pengurai atau mikroorganisme.

"Kami mensimulasikannya di laboratorium, menggunakan mikroorganisme yang bekerja membangun blok awal madu," ujar Mandich.

Melalui proses fermentasi, mikroorganisme mengurai pasokan makanan dan menghasilkan produk yang berguna. Ragi yang diberi gula menghasilkan alkohol untuk membuat bir, misalnya.

Namun, penggunaan mikroorganisme juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan stok pakan yang tepat. Sehingga dapat menghasilkan produk yang diinginkan mulai dari madu, putih telur, sampai susu.

Baca juga: Menjajal Burger Vegan dari Restoran Hits Jakarta, Rasanya Seenak Daging

Ilustrasi madu. Keaslian madu bisa dites dengan air.SHUTTERSTOCK/Anna_Pustynnikova Ilustrasi madu. Keaslian madu bisa dites dengan air.

Permintaan madu tinggi

Mandich juga mengatakan bahwa permintaan masyarakat akan madu sangat tinggi, sehingga merugikan banyak spesies lebah.

"Peternakan lebah lebih menyukai satu spesies lebah, lebah madu, di seluruh dunia untuk memenuhi permintaan madu yang terus meningkat," katanya. 

Oleh karena itu, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat tersebut menggunakan fermentasi untuk menghasilkan madu vegan yang identik dengan madu biasa.

 

Mandich mengatakan bahwa mereka akan memulai pengiriman madu pertamanya pada akhir tahun ini ke sejumlah perusahaan.

"Sekitar dua pertiga dari madu yang dijual di pasar dijadikan sebagai bahan untuk produk lain, seperti industri makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi. Jadi kami sebagai perusahaan memulai dengan model bisnis-ke-bisnis terlebih dahulu," kata Mandich.

Baca juga: Cara Simpan Madu Asli, Perlu Kulkas atau Tidak?

Ilustrasi susu murni. SHUTTERSTOCK \/BEATS1 Ilustrasi susu murni.

Susu dan keju dari fermentasi ragi

Selain madu ramah vegan, ada juga susu dan keju yang terbuat dari fermentasi ragi. Perusahaan di London, Inggris bernama Better Dairy mengembangkan cara ini.

Sama seperti madu, mereka menggunakan ragi yang difermentasikan dengan gula dan bahan lainnya, sehingga mengubahnya menjadi produk susu yang diharapkan mirip seperti susu sapi.

Baca juga: Bagaimana Cara Tahu Ragi Masih Aktif?

"Cara kerjanya adalah kamu dapat menggunakan ragi dengan cara kami menggunakan ragi untuk pembuatan bir - tetapi kami menyesuaikan ragi sehingga alih-alih memproduksi bir, ia menghasilkan apa yang kami inginkan," kata co-founder dan chief executive Better Dairy Jevan Nagarajah.

Menurut dia, salah satu kemungkinan menarik dari produk hewani berbasis fermentasi adalah peluang untuk menciptakan produk yang lebih baik dari aslinya.

"Dengan melakukan cara ini, kami tidak perlu memasukkan laktosa ke dalam produk kami. Kami akan menggantinya dengan gula lain yang lebih mudah dicerna orang," kata Nagarajah.



Sumber bbc.com
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X