Kompas.com - 21/03/2021, 15:10 WIB
Ilustrasi Pegagan Kompas.comIlustrasi Pegagan


KOMPAS.com
- Centella asiatica, daun pegagan, atau gotu kola cukup familier di kalangan pengguna skincare. Namun, sebelumnya daun pegagan telah menjadi obat pada pengobatan tradisional.

Baca juga: Apa Itu Centella Asiatica atau Pegagan? Daun Liar Berkhasiat

Sejumlah kawasan yang menjadikan daun pegagan dalam pengobatan tradisional adalah Asia, Afrika, dan Amerika tengah.

Informasi tersebut tertera dalam jurnal jurnal "Centella asiatica in cosmetology" oleh Bylka W dan kawan-kawan.

Cara mengolah daun pegagan terbilang simpel dengan teknik masak sederhana seperti tumis. Khasiat mengonsumsi daun pegagan dalam dosis yang tepat mulai dari meredakan batuk sampai obat amandel.

Dalam buku “Seri Mukjizat Daun: Daun Pegagan” (2019) oleh Hieronymus Budi Santoso terbitan Pohon Cahaya Semesta menjabarkan manfaat daun pegagan sebagai berikut.

Baca juga: Resep Olahan Daun Pegagan, Gotu Kola Sambol yang Mirip Urap

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis, Dwi Martuti Rahayu (34), memamerkan produk makanan olahan dari daun pegagan di Pedukuhan Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (24/5/2017). KOMPAS.com/TEUKU MUH GUCI S Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis, Dwi Martuti Rahayu (34), memamerkan produk makanan olahan dari daun pegagan di Pedukuhan Salakmalang, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (24/5/2017).

1. Demam

Daun pegagan bisa manyembuhkan demam. Cara mengolahnya, tumbuk daun pegagan segar, kemudian tambah sedikit air dan garam, lalu saring.

Minum ramuan ini pagi hari saat perut masih kosong misalnya sebelum sarapan, agar khasiatnya lebih terasa.

Baca juga: Manfaat Konsumsi Daun Kelor, Bisa Tambah Daya Tahan Tubuh

2. Hipertensi

Daun pegagan juga dapat menyembuhkan hipertensi. Bahan untuk meracik minuman ini dengan cara mengumpulkan daun pegagan dan air bersih.

Daun pegagan dicuci bersih lalu ditambah air, kemudian direbus sampai airnya menyusut jadi 3/4 takaran awal. Diminum sebanyak 3 kali sehari.

Ilustrasi centella asiatica atau daun pegagan atau gotu kola. PIXABAY/BRUCE LAM Ilustrasi centella asiatica atau daun pegagan atau gotu kola.

3. Amandel

Amandel, salah satu penyakit yang dipercaya bisa sembuh apabila mengonsumsi daun pegagan.

Cara membuat daun pegagan untuk amandel adalah merebus daun pegagan segar dan bersih. Gunakan air daun pegagan untuk berkumur sampai bagian pangkal tenggorokan.

Baca juga: Manfaat Daun Pepaya, Bisa Jadi Minuman Pereda Nyeri Haid

4. Sariawan

Kamu yang sering sakit sariawan, coba menggunakan daun pegagan sebagai obat peredanya.

Cara mengolahnya daun pegagan dicuci sampai bersih, tambahkan sedikit air. Diperas untuk diambil airnya. Minum daun pegagan, tak hanya sekadar dibuat kumur.

 

Ilustrasi teh herbal dari daun tanaman. SHUTTERSTOCK/RIRIN ARDIANTI Ilustrasi teh herbal dari daun tanaman.

5. Batuk dan sesak napas

Pengobatan herbal dengan daun pegagan bisa digunakan juga untuk penyakit batuk dan sesak napas. Kamu perlu menyiapkan daun pegagan dan air bersih saja.

Cara membuatnya, daun pegagan dicuci sampai bersih, direbus dengan air hingga menjadi 1 gelas. Disaring, dan dibiarkan dingin. Diminum sekali sehari.

Baca juga: 9 Fakta Daun Bidara, Kenali Manfaat Kesehatan sampai Resepnya

6. Memperlancar air seni

Daun pegagan bisa mamperlancar air seni. Bahan yang digunakan untuk ramuan ini adalah dengan mengumpulkan air, gula, dan daun pegagan.

Daun pegagan dicuci sampai bersih, direbus dengan air hingga menjadi 1 gelas. Disaring, dan dibiarkan dingin. Boleh ditambahkan gula pasir. Diminum satu kali sehari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X