Kompas.com - 17/03/2021, 18:06 WIB

KOMPAS.com - Jepang punya tradisi yang kental termasuk menggunakan sumpit sebagai alat makan. Ada etika menggunakan sumpit di Jepang, cara pakai yang tepat dan larangan yang harus kamu hindari.

Jepang adalah salah satu destinasi wisata yang menjadi impian sejumlah orang. Dalam kondisi seperti ini belum memungkinkan berwisata ke sana.

Namun, tidak ada salahnya kamu mulai menyusun itinerary ke Jepang untuk berlibur usai pandemi. Bisa membuat daftar wisata dan kuliner wajib di Jepang.

Terkait kuliner, sebaiknya kamu mengetahui cara memakai sumpit dan larangan saat makan pakai sumpit agar tidak mengalami culture shock.

Baca juga: 11 Etika Makan di Jepang, Tidak Boleh Taruh Lauk di Atas Nasi

Cara makan menggunakan sumpit di Jepang

Sebelum masuk ke sejumlah larangan saat menggunakan sumpit di Jepang, ada baiknya kamu mengetahui cara memegang sumpit yang baik dan benar. Berikut langkahnya:

  • Peganglah sumpit di dekat ujung atasnya, bukan di tengah atau mendekati ujung bawah
  • Ketika selesai digunakan, letakkan sumpit di depan kamu dengan bagian ujung menghadap ke sebelah kiri.
  • Kalau kamu ingin mengambil makanan dari piring yang digunakan bersama, balik sumpit dan gunakan ujung satunya.
  • Kamu boleh untuk berbagi sumpit dengan orang yang sudah dikenal, tetapi tidak dengan orang baru. Namun, kamu tetap harus meminta izin terlebih dahulu.

Baca juga: Cara Pegang Sumpit yang Baik dan Benar, Makan ala Orang Jepang

Ilustrasi orang makan sushi menggunakan sumpit. SHUTTERSTOCK/STOCKMELNYK Ilustrasi orang makan sushi menggunakan sumpit.

Larangan saat makan pakai sumpit di Jepang

Perhatikan juga beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat pakai sumpit. Berikut 11 larangan saat makan pakai sumpit di Jepang:

  1. Saguri bashi - kamu tidak boleh memilah dan memilih makanan menggunakan sumpit.
  2. Mayoi bashi - jangan memutar sumpit di atas piring-piring makanan. Hal ini dianggap sebagai cerminan perilaku yang rakus. Tentukan apa yang ingin kamu makan dan ambillah menggunakan sumpit.
  3. Sashi bashi - kamu tidak diperkenankan untuk menusuk makanan dengan sumpit, sesulit apapun itu.
  4. Neburi bashi - menjilat dan memasukan sumpit ke dalam mulut dinilai tidak sopan oleh orang Jepang.
  5. Yose bashi - Jangan menarik mangkuk atau piring menggunakan sumpit karena sumpit adalah alat makan.
  6. Tate bashi atau hotoke bashi - meletakkan sumpit secara vertikal di atas piring adalah hal yang dilarang. Pasalnya, hal ini akan mengingatkan warga Jepang akan keluarga yang sudah meninggal.
  7. Hiroi bashi atau utsushi bashi - tidak boleh membagi sumpit dari makanan satu ke makanan lainnya.
  8. Watashi bashi - meletakkan sumpit di atas piring yang masih penuh dengan makanan dianggap tidak sopan.
  9. Mochi bashi - tidak diperbolehkan untuk menggenggam sumpit dan mangkuk menggunakan tangan yang sama. Hal ini dianggap tidak sopan, terlebih di hadapan orang yang lebih tua.
  10. Namida bashi - tidak diperkenankan mencelupkan makanan ke dalam saus menggunakan sumpit.
  11. Orori bashi - menggerakkan atau menunjuk wajah seseorang menggunakan sumpit merupakan hal yang tabu.

Baca juga: Sejarah Sumpit, Asal-usulnya hingga Menjadi Ikon Kuliner Asia

Ilustrasi makan.SHUTTERSTOCK/CHAAY_TEE Ilustrasi makan.

Apabila kamu pergi ke Jepang atau sekadar makan bersama orang Jepang, mereka mungkin akan paham kalau kamu tidak menerapkan seluruh tata krama di atas.

Namun, tidak ada salahnya untuk belajar dan mengetahui budaya lokal.

Beberapa negara Asia Timur yang menggunakan sumpit sebagai alat makan utamanya mungkin juga memiliki tata krama yang berbeda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.