Kompas.com - 25/02/2021, 18:12 WIB
Nasi liwet yang dimakan bersama-sama, dalam adat sunda biasa disebut bancakan. Arsip Dapur Neng EpoyNasi liwet yang dimakan bersama-sama, dalam adat sunda biasa disebut bancakan.
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Nasi liwet banyak disukai masyarakat Indonesia. Ada dua varisi menu nasi liwet yang menjadi primadona, yaitu nasi liwet solo dan  nasi liwet sunda

Walau sama-sama bernama nasi liwet, kedua makanan tradisional Nusantara ini sebetulnya berbeda. Baik dari sejarah, cara penyajian, maupun lauk pendampingnya. 

Baca juga: Sejarah Nasi Liwet di Indonesia, Makanan Biasa yang Disukai Bangsawan

1. Sejarah nasi liwet solo dan sunda

Nasi liwet solo dibuat oleh masyarakat biasa yang tinggal di Desa Menuran, Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Mulanya, warga hanya membuat nasi liwet untuk dikonsumsi sendiri. Namun sekitar tahun 1934, masyarakat mulai mencoba untuk menjualnya. 

Dari situlah, nasi liwet solo mulai dikonsumsi oleh banyak lapisan masyarakat. Termasuk di kalangan bangsawan dan penduduk keraton. 

Sementara, nasi liwet sunda berasal dari masyarakat perkebunan yang membekali dirinya dengan membawa nasi untuk makan dari pagi sampai siang. 

Upaya tersebut dilakukan dalam usaha berhemat. Selain itu, supaya nasi tetap hangat saat dimakan pada siang hari. 

Walau disebut berasal dari Tanah Sunda, tetapi tidak diketahui pasti masyarakat mana yang membuatnya.

Baca juga: Resep Nasi Liwet Cumi Rice Cooker, Masak Singkat Sebelum Sarapan

Pasalnya dulu daerah Sunda merupakan luasan perkebunan, bukan seperti pedesaan di daerah Jawa Tengah. 

2. Cara memasak nasi liwet solo dan nasi liwet sunda

Penyajian Nasi Liwet Sunda di Cirebon, lengkap dengan ketel penanak nasi.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Penyajian Nasi Liwet Sunda di Cirebon, lengkap dengan ketel penanak nasi.

Dosen Sastra Sunda Universitas Padjajaran Teddi Muhtadin, dalam artikel Kompas.com yang tayang Sabtu (10/06/2017) mengatakan bahwa, cara memasak nasi liwet solo dan sunda pada dasarnya sama. 

Namun yang membedakan ialah bumbu atau campuran beras saat meliwetnya.

Pada nasi liwet solo, beras dimasak dengan campuran santan, sedangkan nasi liwet sunda tidak memakai santan.

Nasi liwet sunda dibumbui dengan garam, bawang merah, bawang putih, daun salam, serei, lengkuas, cabai, santai, dan minyak kelapa.

Biasanya juga ditambahkan dengan ikan asin atau lauk sesuai selera. Bahan-bahan tersebut umumnya dicampur menjelang nasi matang.

Baca juga: Resep Nasi Liwet Teri Simpel, Bikin Pakai Rice Cooker

Murdijati dalam Kompas.com (10/06/2017) menambahkan, nasi liwet lazimnya tidak memakai santan kelapa.

Sebab, mayoritas Tanah Sunda ialah perkebunan, jadi tidak memiliki banyak pohon kelapa. 

3. Lauk nasi liwet

Nasi liwet khas Sunda menyajikan lauk yang langsung dimasak bersama nasi. Lauknya biasanya menggunakan ikan peda, ikan asin, atau ikan pindang.

Ada pula lalapan dan sambal terasi sebagai pelengkapnya. Sementara, nasi liwet solo disajikan dengan lauk yang amat beragam.

 

Murdijati Gardjito, Shinta Teviningrum, dan Swastika Dewi dalam bukunya yang berjudul "Kuliner Surakarta: Mencipta Rasa Penuh Nuansa" mengatakan bahwa nasi liwet biasa disajikan bersama dengan opor ayam suwir, sambal goreng labu siam, dan areh santan.

Areh santan ini merupakan ciri khas nasi liwet solo yang terbuat dari endapan atau gumpalan santan. Nasi liwet solo juga jarang disajikan dengan sambal.

Baca juga: Resep Nasi Liwet Solo dengan Lauk Lengkap dan Areh Santan

Jika ingin pedas, penjual nasi liwet akan menambahkan cabai rawit rebus ke dalam hidanganya.

Kamu juga dapat menikmatinya dengan lauk pelengkap lainnya, seperti rambak kulit sapi, kerupuk, maupun baceman.

4. Cara menyajikan nasi liwet 

Pembeli menyantap nasi liwet di Warung Nasi Liwet Mbok Mami Mbak Kus, Kus di tempat dagangannya di bilangan Jalan Dr. Rajiman, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Nasi liwet merupakan kuliner khas Solo berupa nasi, sayur labu, areh, dan anek lauk seperti ayam kampung, telur rebus, ati ampela, dan lain-lain. Nasi liwet di Solo bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Keprabon, Pasar Kliwon, Keraton Mangkunegaraan, dan juga di Laweyan.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pembeli menyantap nasi liwet di Warung Nasi Liwet Mbok Mami Mbak Kus, Kus di tempat dagangannya di bilangan Jalan Dr. Rajiman, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Nasi liwet merupakan kuliner khas Solo berupa nasi, sayur labu, areh, dan anek lauk seperti ayam kampung, telur rebus, ati ampela, dan lain-lain. Nasi liwet di Solo bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Keprabon, Pasar Kliwon, Keraton Mangkunegaraan, dan juga di Laweyan.
 

Nasi liwet sunda selalu disajikan di dalam ketel atau kastrol. Tujuannya supaya nasi tetap hangat jika ketel tertutup rapat. 

Sementara, nasi liwet solo disajikan dengan menggunakan pincuk daun pisang. Menurut penjualnya, penggunaan daun pisang dapat membuat aroma sedap nasi liwet lebih keluar. 

Buku "Kuliner Surakarta: Mencipta Rasa Penuh Nuansa" karya Murdijati Gardjito, Shinta Teviningrum & Swastika Dewi terbitan PT Gramedia Pustaka Utama dapat dibeli secara online di Gramedia.com

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X