Kompas.com - 13/02/2021, 19:09 WIB
Ilustrasi dark chocolate. PIXABAY/CONGERDESIGNIlustrasi dark chocolate.
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Sejarah cokelat di Indonesia tak serta-merta muncul begitu saja. Bahan pangan ini juga memiliki sejarah yang panjang.

Dalam laman History.com, disebutkan bahwa cokelat mulanya dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno.

Namun saat ini cokelat hanya digunakan sebagai minuman dan hanya dikonsumsi oleh kaum bangsawan.  

Cokelat terbuat dari biji kakao. Ahli memperkirakan bahwa pohon kakao mulanya tumbuh di daerah Amazon Utara hingga Amerika Tengah dan Meksioka saja. 

Seiring berjalanannya waktu, cokelat mulai merambah ke seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Lantas, bagaimana sebetulnya sejarah cokelat hingga dapat masuk ke Indonesia? 

Baca juga: 6 Manfaat Dark Coklat untuk Kesehatan, Bisa Menurunkan Tekanan Darah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi sekotak cokelat valentine.UNSPLASH/JENNIFER PALLIAN Ilustrasi sekotak cokelat valentine.

Sejarah cokelat di Indonesia

Perkebunan kakao sebetulnya sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Tepatnya sejak tahun 1880-an. Namun bukan Belanda yang pertama kali membawa kakao ke Indonesia.

Melainkan Spanyol melalui negara koloninya, Filipina. Mereka mulai membudidayakan pohon kokoa sejak tahun 1560. 

Sejarawan kuliner sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran, Fadly Rahman dalam laman Kompas.com menyebut bahwa pemerintah Belanda saat itu masih fokus menggarap kopi dan teh saja. 

Baca juga: Apa Itu Dark Chocolate? Cokelat Pahit Favorit Banyak Orang

Sayangnya, tanaman kopi dan teh yang mereka budidaya rusak akibat hama penyakit. Hingga akhirnya, mereka menanam pohon kakao sebagai komoditas lain. 

Sejak saat itu, sekitar 1880, Belanda fokus membudidayakan kakao. Bahkan, pada 1938 sudah ada 29 perkebunan kakao di Hindia Belanda.

Perkebunan tersebut lantas dinasionalisasi menjadi milik Indonesia pasca kemerdekaan.

Perkembangan cokelat di Indonesia

Ilustrasi biji kakao dan buah kakaoShutterstock Ilustrasi biji kakao dan buah kakao

Pada abad 19 dan 20, budidaya kakao di Indonesia mulai berkembang pesat. Namun dulu, cokelat hanya digunakan sebagai minuman saja. 

Menurut Fadly pada Kompas.com, saat itu cokelat masih dianggap sebagai simbol status sosial. Fadly pun menunjukkan satu iklan dari merek cokelat yang populer saat itu, namanya "Tjoklat". 

Baca juga: Kenapa Rasa Dark Coklat Pahit? Ketahui Sebelum Menggunakannya

Dalam iklan tersebut, tampak wanita Melayu menggunakan kemben dan sanggul, duduk bersimpuh mempersembahkan sebakul buah kakao. 

Pasca kemerdekaan, cokelat di Indonesia semakin berkembang dan memiliki beraneka merek. Saat itu pula, cokelat mulai dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat. 

Hingga saat ini, perkembangan cokelat di Indonesia juga terus berjalan. Indonesia jugaberada di urutan ketiga sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia.

Indonesia memproduksi Kakao sebanyak 777,5 ribu ton.

Ada belasan, hingga puluhan merek cokelat lokal buatan Indonesia yang dapat dibeli dengan mudah. Bentuk penyajian cokelatanya pun semakin beragam.

Baca juga: Cara Membuat Kue Kering Coklat Cantik dan Enak buat Bingkisan

Tak hanya dijadikan sebagai minuman, tapi juga digunakan untuk bahan membuat kue. Harga cokelat yang dijual di pasaran juga lumayan terjangkau.

Sekarang kamu bisa membeli cokelat dengan harga mulai dari Rp 1.000 saja. 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.