Kompas.com - 25/01/2021, 21:06 WIB
Ilustrasi garam meja. PIXABAY/ BRUNO/GERMANYIlustrasi garam meja.
Penulis Lea Lyliana
|

KOMPAS.com - Jenis garam ada bermacam-macam. Namun, tidak semua bisa digunakan untuk memasak.  

Meski begitu tidak ada salahnya jika mengenal jenis-jenis garam yang ada di dunia. Apalagi kalau juga tahu manfaatnya sebenarnya.

Dengan mengetahui jenis garam dan kegunaannya, kamu tidak keliru memilih garam untuk digunakan memasak atau aktivitas lainnya.

Berikut jenis-jenis garam lengkap dengan dan manfaatnya. 

Baca juga: Apa Itu Garam Himalaya? Konon Lebih Sehat dari Garam Biasa

1. Garam himalaya

Garam himalaya adalah garam berwarna merah muda yang berasal dari tambang garam Khewra pegunungan Himalaya Pakistan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Garam ini mengandung zat besi yang cukup kecil jumlahnya sehingga membuatnya berwarna merah muda.

Garam ini merupakan salah satu garam yang cukup populer karena disebut lebih sehat daripada garam dapur lainnya.

Di dalam terdapat kandungan mineral alami yang cukup kaya, seperti kalsium, kalium dan magnesium.

Selain dapat menyedapkan masakan, garam himalaya juga memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya ialah mengontrol gula darah. 

2. Garam laut

Ilustrasi garam laut. SHUTTERSTOCK/ILEISH ANNA Ilustrasi garam laut.

Garam laut dipanen dari air yang menguap, sehingga rasanya jadi sedikit lebih asin. Sama seperti garam meja, garam laut juga mengandung natrium klorida yang cukup tinggi. 

Namun jumlahnya tergantung pada sumber dan cara pengolahannya. Dalam garam laut juga terdapat mineral lain seperti kalium, zat besi, dan seng. 

Konon semakin gelap warna garam laut, makin tinggi pula konsentrasi kotoran dan jejak nutrisnya, seperti dilansir dari Healthline. 

Ada pula yang menyebut bahwa garam laut menyimpan sejumlah logam berat dan mikroplastik akibat pencemaran laut. 

Tapi tidak perlu khawatir karena beberapa peneliti percaya bahwa dampak kesehatan dari konsumsi garam laut masih dalam taraf rendah. 

Sama halnya dengan garam himalaya, garam laut juga bisa digunakan untuk memasak. Selain itu ada juga yang menggunakan garam laut untuk dijadikan rendaman kaki atau spa tubuh. 

Baca juga: Apa Bedanya Garam Dapur dan Garam Laut? dari Tekstur sampai Proses Pembuatan

3. Garam meja

Garam meja kerap disebut sebagai garam beryodium. Butiran garam meja sangatlah halus dan mengandung kalium iodida serta zat anti penggumpalan. 

Zat inilah yang dapat mengeluarkan rasa logam saat garam digunakan dalam jumlah banyak.

Oleh karenanya, disarankan menggunakan garam meja dalam jumlah cukup terutama jika memasak resep gurih. 

Garam meja lebih cocok digunakan untuk memanggang atau marinasi daging. Sebab, hidangan tersebut umumnya hanya membutuhkan sedikit garam. 

4. Garam kosher

Ilustrasi garam kosher.PIXABAY/ ANALOGICUS Ilustrasi garam kosher.

Garam kosher ini dapat digunakan untuk menyedapkan masakan layaknya garam biasa. Namun, garam kosher tidak memiliki zat anti penggumpalan dan tambahan yodium.

Perbedaan paling mencolok dari garam kosher dan garam dapur biasa ialah pada struktur serpihannya. Garam kosher memiliki tekstur dan kristal yang agak lebih besar.

Rasanya pun sedikit berbeda daripada garam dapur biasa. Gunakanlah garam kosher dalam takaran yang cukup supaya makanan tidak keasinan. 

Baca juga: Resep Udang dan Ikan Gratin, Masakan Panggang ala Perancis

5. Garam celtic

Garam celtic merupakan salah satu jenis garam laut yang populer di Prancis. 

Umumnya garam ini berwarna keabuan dan mengandung sedikit air yang membuatnya cukup lembap. Jika dibandingkan dengan garam meja biasa, garam celtic lebih rendah natriumnya. 

Gunakan garam celtic untuk drizzling pada sayuran atau daging panggang. Bisa juga digunakan untuk drizzling atau taburan makanan laut. 

6. Fleur de sel 

Ilustrasi garam laut. Dok. PXHERE Ilustrasi garam laut.

Fleur de sel atau biasa disebut sebagai kaviar garam merupakan salah satu jenis garam yang harganya cukup mahal. 

Garam ini hanya diproduksi di pantai Britanny Prancis selama bulan Mei hingga September.

Dalam laman Food Republic juga disebutkan bahwa garam fleur de sel hanya diekstraksi pada hari yang cerah, sehingga kristalnya pun jadi lebih tipis dan cenderung kering. 

Garam ini fleur de sel sangat cocok digunakan sebagai drizzling makanan gurih dan manis. Rasanya tidak terlalu asin dan cantik warnanya, yakni abu-abu kebiruan. 

7. Flake salt

Flake salt merupakan salah satu jenis garam laut yang masih jarang ditemui di Indonesia. Biasanya garam ini diambil dan ditambang di sekitar pesisir Inggris. 

Sama seperti garam laut lainnya, flake salt juga mudah larut dalam air dan hidangan.

Flake salt akan makin sempurna jika digunakan sebagai taburan akhir pada daging dan dicampur dengan rempah-rempah lainnya. Garam ini bisa juga ditambahkan pada masakan yang dipanggang. 

Baca juga: Pengalaman Makan Ikan Kakap Panggang Bungkus Garam di Karma Beach Bali

8. Garam kala namak

Ilustrasi garam kala namak.SHUTTERSTOCK/ BESJUNIOR Ilustrasi garam kala namak.

Garam kala namak atau garam hitam adalah campuran dari garam himalaya, arang, kulit kayu, jamu, dan biji-bijian yang dibakar dalam tungku selama 24 jam. 

Berkat proses pembakaran, garam kala namak jadi memiliki aroma belerang yang mirip dengan telur. Rasa garamnya sendiri cenderung mirip umami atau bumbu penyedap. 

Gunakan garam kala namak untuk membumbui masakan terutama hidangan vegan supaya rasanya lebih nikmat dan beraroma. 

Baca juga: Cara Olah Seafood untuk Hidangan Mentah, Pakai Talenan Biru

9. Garam Hawaii 

Mulanya garam Hawaii hanya digunakan untuk prosesi pemberkatan, tapi kini mulai dimanfaatkan untuk drizzling hidangan laut dan daging. 

Garam ini digunakan untuk membumbui masakan pulau tradisional seperti pipikaula dan poke di Hawaii. 

Ada dua jenis garam Hawaii yang tersedia di pasaran, yakni garam lava dan garam alaea. 

Garam lava merupakan campuran dari garam laut dan arang sehingga berwarna hitam dan sedikit memiliki rasa belerang.

Sementara garam alaea ialah garam laut yang dicampur dengan tanah liat alaea. Campuran inilah yang dapat membuat garam alaea jadi berwarna merah dan lembut rasanya. 

10. Garam cyprus hitam lava 

Dari segi tampilan, garam ini mirip dengan garam kala namak tapi sebetulnya asal dan rasanya berbeda. 

Garam cyprus berasal dari laut Mediterania yang dicampur dengan arang aktif sehingga berwarna hitam gelap. 

Biasanya garam ini digunakan untuk taburan akhir hidangan karena rasanya yang cukup ringan atau tidak terlalu asin. 

11. Garam truffle

Garam truffle merupakan campuran garam laut dan jamur ascomycetes. Campuran inilah yang membuat garam truffle jadi memiliki serbuk hitam.

Umumnya garam truffle digunakan untuk membumbui dan menyedapkan makanan, baik tumisan maupun hidangan berkuah atau panggang.

Jenis garam ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. 

Baca juga: Resep Beef Bulgogi, Daging Sapi Panggang Khas Korea

12. Garam asap (smoked salt)

Ilustrasi garam asapPIXABAY/ FLOMO001 Ilustrasi garam asap

Smoked salt merupakan salah satu jenis dari varian garam laut. Dalam laman Country Living disebutkan bahwa, smoked salt ialah garam laut yang dipanggang di atas api selama dua minggu dengan menggunakan batang kayu.

Rasa dan warna garamnya bisa bervariasi, tergantung jenis kayu yang digunakan dan lamanya waktu panggang. 

Smoked salt digunakan untuk memperkuat aroma dan rasa smokey pada masakan gurih maupun saus barbekyu.

Baca juga: Resep Steak Daging Sapi ala Restoran, Bisa Pakai Teflon

13. Garam pengawet (curing salt)

Jika biasanya garam digunakan untuk membumbui masakan, curing salt justru tidak begitu.

Sesuai dengan namanya, garam ini merupakan pengawet alami yang digunakan untuk mengawetkan daging, unggas, atau hewan laut. 

Bentuknya berupa butiran kasar dan berwarna merah muda.

Mengutip laman The Spruce Eats, curing salt umumnya terbuat dari garam dapur atau garam laut yang dicampur dengan gula dan dilarutkan dalam air. 

Hal ini bertujuan untuk menghasilkan cairan yang bisa digunakan sebagai rendaman. 

Konon dua campuran bahan ini bisa membuat masakan lebih tahan lama dan gurih rasanya. 

Baca juga: Resep Tahu Cabe Garam ala Restoran, Bisa Jadi Camilan atau Lauk

14. Garam tepung 

Ilustrasi garamPIXABAY Ilustrasi garam

Garam tepung atau bubuk garam adalah garam meja yang butiran jauh lebih halus daripada garam biasanya. 

Rasanya mirip seperti garam meja ataupun garam laut. Bahkan fungsinya pun sama dengan jenis garam meja lainnya, yakni membumbui masakan baik hidangan berkuah atau tumisan. 

Bisa juga digunakan untuk menyedapkan kue atau adonan roti lainnya. Namun supaya khasiat dan rasa dari garam tepung tidak berkurang, taburkan pada masakan yang hampir matang.

Baca juga: Cara Membuat Kimchi Sederhana ala Rumahan 

15. Garam laut Korea (Korean sogeum salt)

Garam ini merupakan salah satu jenis garam laut Korea yang dijual di Indonesia. Butirannya sedikit lebih besar daripada garam meja biasa. 

Namun kandungan sodiumnya lebih rendah daripada garam meja atau garam kosher. Garam ini digunakan untuk membumbui masakan yang mau difermentasi, seperti kimchi.  

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.