Sayuran Fermentasi dari Asia, Ada Kimchi dan Pao Cai

Kompas.com - 02/12/2020, 18:55 WIB
Ilustrasi kuliner Korea : kimchi. SHUTTERSTOCK/TMONIlustrasi kuliner Korea : kimchi.

KOMPAS.com - Dulu, fermentasi adalah cara mengawetkan makanan tanpa kulkas. Persediaan makanan fermentasi tersebut digunakan untuk bertahan hidup selama musim dingin atau musim kemarau.

Proses fermentasi melibatkan mikroorganisme atau enzim yang mengubah karbohidrat menjadi asam organik atau alkohol.

Sejumlah sayuran fermentasi banyak ditemukan di negara di Asia seperti Korea dan China. Berikut ini setidaknya 5 sayuran fermentasi khas Asia.

Baca juga: Sejak Kapan Orang Korea Makan Kimchi?

Ilustrasi kimchiShutterstock/naito29 Ilustrasi kimchi

1. Kimchi khas Korea

Kimchi adalah sayuran fermentasi khas Korea yang terbuat dari sawi putih, lobak, daun bawang, timun, atau kucai. Salah satu varian yang populer adalan baechu kimchi dari sawi putih.

 

Bumbu kimchi biasanya gochujang, gochugaru, jahe, garam kasar, dan jeotgal (fermentasi seafood).

Kimchi difermentasi dulu pada suhu ruang 3-4 hari, lalu lanjut disimpan dalam kulkas pada suhu di bawah 4 derajat celsius.

Makanan yang selalu ada di meja makan orang Korea ini dapat awet 3-6 bulan apabila cara menyimpannya tepat.

Rasa kimchi cenderung pedas dan sedikit asam, tetapi semakin lama disimpan akan tambah asam dan lembek.

Baca juga: Tips Membuat Kimchi ala Rumahan, Perhatikan Suhu Tempat Fermentasi

Ilustrasi lobak yang bisa difermentasi.PEXELS/DARIA SHEVTSOVA Ilustrasi lobak yang bisa difermentasi.

2. Pao cai khas China

Pao cai adalah sayuran fermentasi yang berasal dari Sichuan, China. Di daerah tertentu di China, kelebihan sayuran seperti kubis, seledri, timun, dan lobak difermentasi supaya tahan lama.

Proses fermentasi ini tanpa menggunakan cuka melainkan air garam berbumbu bawang putih, adas manis, dan lada Sichuan. Biasanya juga ditambah cabai utuh.

Semua bahan disamukkan ke dalam stoples untuk difermentasi selama 1-2 minggu pada suhu ruang. Pao cai disajikan sebagai makanan pendamping.

3. Tempoyak khas Melayu

Ilustrasi sambal tempoyak. SHUTTERSTOCK/AKMALFARIS Ilustrasi sambal tempoyak.

Durian bukan hanya dimakan begitu saja, melainkan juga difermentasi menjadi tempoyak.

Daging durian matang dicampur sedikit garam, kemudian disimpan pada suhu ruang sampai terfermentasi.

Tempoyak adalah makanan khas Melayu yang dapat ditemukan di Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan serta Malaysia.

Durian fermentasi ini berfungsi sebagai bumbu masakan misalnya gulai ikan patin tempoyak.

Baca juga: Mengenal Durian Fermentasi Orang Melayu, Tempoyak

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X