Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/11/2020, 18:21 WIB
Yana Gabriella Wijaya,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Industri kopi terbilang menjanjikan dalam soal bisnis. Sudah banyak orang terjun dan menikmati buah dari hasil berbisnis kopi.

Kamu yang hendak berbisnis dan menjajakan kopi, bisa mengenal terlebih dahulu produk apa yang ingin dijual.

Apakah berbentuk minuman? Biji kopi ttau kopi yang sudah digiling?

Sebelum memulai langkah yang lebih besar, sebaiknya mengenali terlebih dahulu apa perbedaan dari coffee shop dan coffee roasteryKeduanya adalah model bisnis kopi yang marak di Indonesia. 

Baca juga: Bisnis Coffee Roastery Saat Pandemi, Tantangan dan Strategi Bertahan

“Mungkin belum semua orang paham juga ya, asumsinya kalau dibilang coffee roastery berarti coffee shop juga tapi sebenarnya ini dua bisnis yang berbeda,” papar co-founder dari Smoking Barrels Craft Coffee Joni Lima dalam acara “Ngunyah” di Live Instagram @my.foodplace Kamis  (5/11/2020)

Joni menjelaskan coffee shop memiliki tempat dan produk atau jualan utamanya adalah minuman kopi, seperti americano, cappuccino, kopi susu, dan masih banyak lagi.

Sementara coffee roastery, inti bisnis ini adalah menyangrai kopi atau me-roasting kopi.

Produk hasil kegiatan tersebut adalah biji kopi yang sudah disangrai.

Baca juga: Kopi Susu Lebih Enak Pakai Arabika atau Robusta?

 

Tak jarang coffee roastery juga memberikan jasa giling biji kopi yang sudah disangrai tersebut. 

“Jadi kita cari sumber-sumber kopi mentah atau yang sering kita bilang green bean. Kita cari yang berkualitas kemudian kita roasting dan produk utama kita adalah biji kopi atau roasted bean itu,” jelas Joni.

Pemasaran

Ilustrasi proses roasting biji kopi. SHUTTERSTOCK/ARTEM VARNITSIN Ilustrasi proses roasting biji kopi.

Bisnis coffee roastery lebih ke business to business.

Joni mengatakan jika bisnis kopi dengan jualan utama biji kopi yang telah disangrai ini lebih menjajakan produknya ke coffee shop bukan langsung ke perseorangan.

“Biasanya kalau roastery itu yang tidak punya kafe lebih banyak yang B2B,” jelasnya.

Coffee roastery lebih menyasar kepada coffee shop yang membutuhkan biji kopi berkualitas tinggi.

Baca juga: Sejarah Masuknya Kopi di Indonesia, Belanda Bawa Benih Arabika ke Jawa

Joni mengatakan jika salah satu tugas dari coffee roastery adalah memastikan petani kopi dapat  menghasilkan biji kopi yang baik.

Dengan demikian, maka biji kopi hasil roasting akan memiliki kualitas yang baik pula.

Sementara coffee shop menjajakan kopi yang sudah diolah menjadi minuman. Sasaran utamanya adalah pelanggan yang datang dan membeli minuman di coffee shop tersebut.

Strategi dan tantangan yang berbeda

Tantangan dan startegi dari coffee roastery dan coffee shop cukup jauh berbebeda.

“Kita tidak memikirkan pelanggan yang minum kopinya tapi kita lebih memikirkan pendapat dari coffee shop yang membeli produk kita,” jelas Joni.

Bisnis coffee roastery lebih fokus terhadap kualitas biji kopi.

Baca juga: 5 Macam Peminum Kopi di Indonesia, Newbie sampai Pencari Promo

 

Apakah biji kopinya mudah diolah oleh coffee shop? Bagaimana rasa dan kualitas dari biji kopi menurut coffee shop yang membeli biji kopi?

“Jadi kita pikirkan benar kualitas biji kopinya. Kita fokus di situ dan juga membantu proses pengolahan kopi di coffee shop,” paparnya.

Bisnis coffe shop lebih mengutamakan feedback dari pelanggan perorangan, tetapi jika coffee roastery lebih mendapat tanggapan dari pelaku bisnis coffee shop.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com