Kompas.com - 04/11/2020, 14:42 WIB
Ilustrasi jenang gempol khas Yogyakarta. SHUTTERSTOCK/SATAB GNANAIlustrasi jenang gempol khas Yogyakarta.

KOMPAS.com - Yogyakarta memiliki kuliner yang patut dicoba salah satunya camilan tradisional.

Jika kamu sedang mengatur jadwal perjalanan di Yogyakarta 7 camilan tradisional ini patut dipertimbangkan untuk disinggahi.

Baca juga: 15 Makanan Khas Yogyakarta, Ada Kopi Joss dan Brongkos

1. Jadah Tempe Mbah Carik

 Jadah tempe mbah carik cabang Kalirang di jalan Gejayan,masih tetap di buru konsumen meski harga naikKOMPAS.com/wijaya kusuma Jadah tempe mbah carik cabang Kalirang di jalan Gejayan,masih tetap di buru konsumen meski harga naik

Jadah tempe merupakan makanan khas daerah Kaliurang, Yogyakarta. Salah satu penjual jada tempa yang terkenal adalah Mbak Carik.

Jika kamu sedang di Kaliuang kamu bisa ke Jl Kaliurang KM 12,5 untuk membeli jadah tempe Mbah Carik. Namun, jika kamu tidak mau jauh-jauh ke Kaliurang kallian bisa beli di Jl. Palagan Km 16 atau pesan lewat ojek online.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadah tempe Mbah Carik baik di Kaliurang atau di Palagan buka dari jam 10.15-17.00 WIB. Harganya pun terjangkau, 10 jadah dan 10 tempe seharga Rp 36.000 saja.

Selain jada tempa Mbah Carik juga menjual wajik, salah satu camilan tradisional juga.

2. Lupis Mbah Satinem

Ilustrasi lupis Mbah Satinem di Yogyakarta. SHUTTERSTOCK/IMAM AINUDIN FIRMANSYAH Ilustrasi lupis Mbah Satinem di Yogyakarta.

Lupis Mbah Satinem yang sempat viral karena masuk dalam dokumenter Netflix dan didatangi aktor Korea Selatan Lee Seung Gi.

Baca juga: 8 Wisata Kuliner ala Serial Dokumenter Netflix, Ada Street Food Asia

 

Sebelum terkenal seperti ini lupis ini sudah dikenal berkat mantan Presiden ke-2 menyukai jajanan bikinan Mbah Satinem.

Untuk mencicipi lupis ini kamu harus datang pagi-pagi karena Mbah Satinem buka jam 05.00 WIB di Jl. Bumijo No.52-40, Bumijo, dan jika antrian panjang akan diberi nomor antrian.

Jajanan tradisional yang manis ini harganya murah meriah hanya dengan Rp 5.000 saja sudah bisa mendapatkan satu porsi lupis.

3. Bakpia Kukus Tugu Jogja

Ilustrasi bakpia kukus khas Yogyakarta. SHUTTERSTOCK/HARISMOYO Ilustrasi bakpia kukus khas Yogyakarta.

Bakpia, salah satu camilan khas Yogyakarta sekaligus buah tangan yang sering di bawa para pelancong kembali ke daerah asal. Kini varian bakpia tidak hanya di oven saja, tetapi juga ada bakpia kukus.

Bakpia kukus ini memiliki varian rasa dari rasa tradisional kacang hijau, keju, cokelat, hingga stroberi.

Pilihan bakpianya sendiri ada dua macam original yang berwarna putih dan brownies berwarna coklat. Harganya satu Regular Pack (10) Rp36.000, untuk Travel Pack (10) Rp35.000, Small Pack (5) Rp18.000.

Kamu bisa membeli bakpia kukus di Jl Wates No.2 atau di Jl Malioboro No.11 dan di lokasi lainnya. Bakpia Tugu Jogja membuka banyak cabang di Yogyakarta, sehingga kamu tidak perlu khawatir mencari bakpia kukus.

4. Tiwul dan Gatot Yu Tum

Makanan khas daerah Gunung Kidul yang berasal dari singkong. Tiwul sendiri adalah makanan yang melekat pada diri masyarakat Gunung Kidul. Tiwul adalah bahan makanan pengganti nasi pada penjajahan Jepang.

Meskipun kini nasi lebih mudah didapatkan, Tiwul tetap menjadi jajanan yang dicari orang. Tidak hanya tiwul gatot juga menjadi camilan yang enak dan kenyal.

Jika kamu tertarik dengan tiwul dan gatot kamu bisa membelinya dari Yu Tum di Jl. Pramuka No.36, Pandansari, Wonosari. Yu Tum buka dari jam 06.00-20.00 WIB. Harga tiwul dan gatot sendiri berkisar Rp8.000 hingga Rp70.000.

5. Kipo Bu Djito

Ilustrasi kipo Bu Djito di Yogyakarta. SHUTTERSTOCK/ADAM GN Ilustrasi kipo Bu Djito di Yogyakarta.

Salah satu kue yang menjadi bagian sejarah Yogyakarta, camilan tradisionalini berasal dari tepung beras, tepung ketan, dan panda.

Kue yang sudah ada sejak jaman Kerajaan Mataram eksis kembali saat Bu Djito memperkenalkannya kembali pada era 1980an.

Kamu bisa mencicipi kue tradisional ini di Jl. Mondorakan No.27, Prenggan, Kec. Kotagede. Kipo dikemas dalam bungkusan daun pisang dan kertas ini berisi 5 buah kipo yang berukuran sejempol ini dihargai hanya Rp2.500 saja.

 

6. Jenang Gempol Pasar Pathuk

Jenang gempol, salah satu jajanan manis khas Yogyakarta yang terbuat dari gula jawa dan tepung beras.

Nama gempol berasal dari sebutan olahan tepung yang dibentuk bulatan yang disajikan dengan jenang dari gula jawa.

Makanan manis ini mudah ditemukan di pasar tradisional seperti di Pasar Pathuk tepatnya di dekat pintu masuk utama barat. Seporsi jenang gempol dipatok sekitar Rp5.000.

Kamu bisa membeli jenang ini di pagi hari sekitar jam 06.30 WIB.

7. Semar Mendem dan Jadah Manten Mbak Ayu

Ilustrasi jadah manten khas Yogyakarta, terbuat dari beras ketan. SHUTTERSTOCK/DANIEL DOP Ilustrasi jadah manten khas Yogyakarta, terbuat dari beras ketan.

Kedua jajanan ini terbuat dari ketan yang dibungkus telur dadar. Namun, perbedaan paling mencolok terletak pada cara penyajiannya.

Semar mendem hanya dibungkus dengan telur dadar dan bisa langsung disajikan. Jadah manten dicepit dengan bilah bambu dan dibakar atau dipanggang, jadah manten juga ternyata adalah kudapan dari Keraton Yogyakarta.

Salah satu penjual yang terkenal menjajakan jadah manten dan semar mendem berlokasi di Jalan Suryowijayan MJ I/327, Gedong Kiwa.

Jadah Manten Mbak Ayu ini sudah ada sejak era 1960an menjual jajanan pasar tersebut.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X