Hubungan Warung Nasi Kapau dan Kemandirian Perempuan Minang

Kompas.com - 30/10/2020, 11:17 WIB
Ilustrasi penjual nasi kapau di Bukittinggi. Dok. Shutterstock/ Reyhan Rezki PratamaIlustrasi penjual nasi kapau di Bukittinggi.


KOMPAS.com – Masyarakat Minangkabau terkenal dengan kebiasaan merantau.

Lelaki yang sudah cukup umur biasanya akan merantau ke luar daerah untuk menuntut ilmu dan bekerja.

Ternyata kebiasaan ini bisa dirunut jauh hingga ke zaman kerajaan Nusantara. Hal itu salah satunya ditunjukkan dengan adanya empat jalur sungai yang menjadi jalur transportasi leluhur orang Minang.

Sejarawan Fadly Rahman mengatakan bahwa dengan adanya empat jalur sungai ini,  menunjukkan leluhur Minang memang melakukan tradisi merantau dalam rangka melakukan perdagangan.

Baca juga: Tradisi Unik Penjual Nasi Kapau di Sumatera Barat, Jualan Makanan Keliling

Keempat jalur tersebut adalah jalur Sungai Rokan, Kampar, Indragiri, dan Batanghari.

Hal itu ia sampaikan kala menjadi narasumber dalam sesi webinar “Selintas Perjalanan Rantau: Lapau Nagari Kapau” yang diselenggarakan Aksara Pangan, Kamis (22/10/2020).

“Jadi kalau kemudian kita menemukan kesamaan budaya atau kuliner di beberapa perlintasan seperti di Jambi, Riau, ini memang dihasilkan juga dari perjalanan panjang dengan menggunakan perahu dagang,” tutur Fadly.

Merantau setelah masa kolonialisme

Kebiasaan merantau tersebut terus berlanjut hingga masa kolonialisme Belanda. Namun ada yang berbeda dari kebiasaan merantau orang Minang pada masa lalu dan masa kolonialisme.

Foto perempuan di Agam, Sumatera Barat, membawa dagangannya ke pasar pada 1880Dok. YouTube Aksara Pangan Foto perempuan di Agam, Sumatera Barat, membawa dagangannya ke pasar pada 1880

Setelah Belanda berkuasa pada abad ke-19, terjadi Perang Padri antara kaum adat dan kaum reformis agama Islam pada tahun 1803-1838.

Perang tersebut termasuk salah satu yang memberikan dampak luar biasa baik secara ekonomi maupun korban jiwa.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X