Apa Bedanya Makan Nasi Kapau di Tempat dan Dibungkus?

Kompas.com - 25/10/2020, 09:33 WIB
Salah satu penjual nasi kapau di Los Lambuang, Bukittinggi. https://pesona.travelSalah satu penjual nasi kapau di Los Lambuang, Bukittinggi.


KOMPAS.com – Jika makan di rumah makan padang, kamu mungkin mengetahui kelebihan makanan yang dibungkus dan dibawa pulang. Makanan yang dibungkus konon punya porsi lebih banyak daripada jika kamu makan di tempat.

Senada dengan rumah makan padang, di lapau nasi kapau atau warung nasi kapau juga ada perbedaan antara makan di tempat atau dibungkus.

Namun yang jelas, mau makan di tempat atau dibungkus sama-sama menguntungkan.

Baca juga: Apa Bedanya Lapau Nasi Kapau dan Rumah Makan Padang?

Makan di tempat

Menurut Reno Andam Suri, penulis buku Rendang Traveler dan Rendang: Minang Legacy to the World, jika makan di lapau nasi kapau maka kamu bisa minta porsi tambah pada sang penjual.

Sebeng atau bonus lauk yang diberikan para penjual di lapau nasi kapauDok. YouTube Aksara Pangan Sebeng atau bonus lauk yang diberikan para penjual di lapau nasi kapau

“Aku pernah ketemu suami isteri berdua umurnya sudah 70 tahun. Mereka habis belanja dari pasar, duduk (di lapau) terus mereka pilih lauk. Mereka makan, dan mereka bisa minta tambah porsinya,” kata Reno dalam sesi webinar “Perjalanan Rantau: Lapau Nagari Kapau” yang diselenggarakan Aksara Pangan, Kamis (22/10/2020).

Jika biasanya kamu mendapatkan satu porsi nasi putih di piring kecil ketika minta tambah di rumah makan padang, di lapau nasi kapau berbeda.

Kamu akan mendapatkan satu piring nasi putih lengkap dengan kuah dan juga lauk sebeng. Sebeng adalah lauk bonus yang biasa diberikan penjual nasi kapau.

“Itu yang membuat orang-orang seperti enggak jemu untuk datang ke lapau,” tukas Reno.

Materi Reno Andam Suri mengenai perbandingan makan nasi kapau di tempat atau dibungkusDok. YouTube Aksara Pangan Materi Reno Andam Suri mengenai perbandingan makan nasi kapau di tempat atau dibungkus

Makan dibungkus

Sementara ketika makan dibungkus, tentu saja tak kalah menarik. Sama seperti di rumah makan padang, jika kamu minta makanan dibungkus tentu saja porsinya sangat banyak.

Banyak pelanggan yang cenderung lebih suka makan nasi kapau dibungkus. Salah satunya karena jumlah porsi itu. Hal itu, kata Reno, sudah menjadi semacam aturan tidak tertulis.

Selain itu, ada juga teori lain. Bahwa jika kamu makan nasi kapau Sumatera Barat, carilah uni atau penjual yang badannya besar sehingga telapak tangannya pun besar.

“Jadi (telapak tangannya) bisa menampung porsi nasi yang banyak dan lauk yang penuh kemudian membungkusnya,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X