Kompas.com - 14/10/2020, 18:19 WIB

KOMPAS.com – Pasta dikenal sebagai makanan yang berasal dari Italia. Jenis pasta yang populer di Indonesia ada spageti, lasagna, macaroni, penne, dan lainnya.

Menurut The Daily Meal, pasta didefinisikan sebagai makanan dari campuran semonila atau gandum durum, air, dan telur.

Campuran tersebut diulen dan dibuat menjadi berbagai bentuk serta ukuran. Pasta, selain dimasak dalam kondisi segar juga bisa dikeringkan agar tetap awet dan praktis.

Baca juga: 7 Tips Membuat Pasta ala Chef Michelin Star, Praktikkan di Rumah

Saat ini pasta menjadi makanan yang mendunia dan dapat dikreasikan dengan berbagai bumbu serta bahan makanan.

Sejarah pasta

Akar etnis pasta telah lama diperdebatkan dan banyak teori telah dikemukakan. Mitos yang paling terkenal, pasta dibawa ke Italia dari China oleh Marcopolo, penjelajah pada abad ke 13.

Melansir National Geographic, mitos ini muncul dari tafsir kisah perjalanan Polo’s Travels. Di dalamnya, Polo menyebutkan pasta berasal dari pohon yang kini dianggap pohon sagu.

Pohon ini menghasilkan tepung, maka diyakini pasta dibuat dari pohon ini.

Baca juga: 9 Saus Pasta Klasik dari Italia, Bukan Cuma Bolognese

 

Makanan yang dihasilkan dari pohon ini menimbulkan pemikiran dari pelancong Venesia bahwa pasta berasal dari negaranya.

Bahkan ketika Polo pergi dalam perjalanannya pada 1270-an, ada referensi tentang seorang prajurit di kota Genoa di Italia utara, yang memiliki sekeranjang "macaroni".

Seabad sebelumnya, ahli geografi Muslim al-Idrisi menulis bahwa ia melihat pasta diproduksi di Sisilia.

Sampai sekarang asal mula pasta masih diperdebatkan.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Sajian pasta zaman dulu

Cerita tentang sajian pasta pertama dikisahkan oleh seorang penulis bernama Boccaccio di dalam buku dongengnya, The Decameron. Buku tersebut terbit pada abad ke-14.

Ia menceritakan fantasi yang menggiurkan dari pasta macaroni dan ravioli yang diberi segunung keju parmesan oleh koki pasta.

Franco Sacchetti, penyair dan penulis dongeng lainnya, juga menceritakan bagaimana dua orang teman bertemu untuk makan makaroni pada 1390-an,

Mereka berdua makan dari hidangan yang sama, tetapi salah satu dari mereka memiliki selera makan yang lebih dari yang lain.

Sepanjang Abad Pertengahan hingga awal abad ke-16, hidangan pasta sangat berbeda dari yang dimakan saat ini.

Baca juga: Resep Bolognese, Saus Tomat Campur Daging Giling untuk Pasta

Pasta tidak hanya dimasak lebih lama, tetapi juga dicampur dengan campuran bahan bercita rasa manis, gurih, dan pedas.

Pasta dianggap sebagai hidangan untuk orang kaya, dengan bangga ditempatkan dalam jamuan makan aristokrat selama era Renaissance.

Misalnya, Bartolomeo Scappi, seorang koki kepausan (lembaga Katolik) pasa pertengahan abad ke-16, menciptakan hidangan ketiga untuk jamuan makan dengan resep yang rumit. 

Hidangan tersebut terdiri dari ayam rebus disertai dengan pasta berisi (ravioli) yang terbuat dari perut babi rebus, ambing sapi, babi panggang, keju parmesan, keju segar, gula, bumbu, rempah-rempah, dan kismis.

Masih banyak resep pasta rumit lainnya yang muncul pada era Renaissance. Beda cerita dengan pasta, yang dianggap sebagai makanan praktis pada abad ini. 

Lukisan Saverio della Gatta?s di tahun 1800-an menggambarkan sekelompok pengemis yang dijuluki pemakan makaroni di Kota Napoli, Italia.Christies Images/Scala Lukisan Saverio della Gatta?s di tahun 1800-an menggambarkan sekelompok pengemis yang dijuluki pemakan makaroni di Kota Napoli, Italia.

Makanan rakyat jelata dan raja

Pasta, pada akhir abad ke-17 di Napoli, menjadi makanan pokok utama bagi masyarakat umum. Orang Napoli dikenal sebagai pemakan daun (mangiafoglia) pada 1500-an.

Era 1700-an mereka mulai suka memakan makaroni. Perubahan pola makan tersebut dilandasi dari kemerosotan standar hidup rakyat jelata, yang secara signifikan membatasi akses mereka ke daging.

Pada saat bersamaan gandum dijual dengan harga yang relatif murah.

Baca juga: Resep Saus Tomat ala Rumahan untuk Pasta, Lebih Sehat Bikin Sendiri

Pembatasan makan dengan alasan agama juga berpengaruh pada perubahan pola makan.

Pasta saat itu dianggap makanan ideal untuk hari-hari ketika dilarang makan daging.

Sejak saat itu pasta identik dengan makanan sehari-hari rakyat jelata.

Namun, pasta mampu menaklukan selera kelas atas seperti Raja Ferdinan IV dari Napoli yang dikisahkan melahap macaroni dengan rakus.

Sejak awal muncul sampai sekarang, pasta memang mengalami perubahan. Beberapa hal yang berubah drastis dari waktu ke waktu adalah perasa yang ditambahkan ke pasta.

Baca juga: Sejak Kapan Orang Indonesia Kenal Pasta?

Rasa manis telah digantikan oleh gurih, gula yang ditukar dengan sayuran, yang membantu membuat pasta menjadi hidangan yang bergizi lengkap.

Pada awal abad ke-19, tomat ditambahkan. Orang Italia sempat menganggap sajian pasta tomat sebagai makanan eksotis.

Faktanya, baru pada 1844 resep pasta paling umum baru muncul, yaitu spageti dengan saus tomat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.