Kompas.com - 13/10/2020, 15:15 WIB
Ilustrasi pengangkutan sayuran hasil panen yang menyebabkan banyak food loss Shutterstock/PIIlustrasi pengangkutan sayuran hasil panen yang menyebabkan banyak food loss

Misalnya, ketika petani menampi gabah dengan proses sederhana melempar-lemparnya menggunakan tampah besar dari bambu. Jumlah gabah yang tercecer dari proses tersebut sangatlah banyak.

Selain itu, ketika proses menjemur yang biasa dilakukan di jalan terdapat banyak sekali gabah yang tercecer dan akhirnya tertinggal di jalan.

Transportasi yang kurang baik

Selain proses pascapanen oleh petani dan teknologi yang kurang baik, proses pengangkutan hasil panen ke pasar misalnya bisa dibilang masih kurang baik.

Purwiyatno mencontohkan sayuran yang setelah dipanen kemudian akan dibawa ke pasar.

Ketika diangkut, sayuran dibawa menggunakan transportasi yang bisa dibilang kurang layak. Sayuran ditumpuk-tumpuk begitu saja dalam mobil bak terbuka, bahkan tanpa penutup.

“Kita bisa bayangkan berapa persen itu yang mengalami kerusakan fisik karena tertekan. Apalagi selama transportasi terantuk dengan jalan yang kurang halus,” papar Purwiyatno.

Maka dari itu, menurut Purwayitno, diperlukan fokus yang lebih baik lagi dari pemerintah untuk bisa memberikan atau mendatangkan investasi untuk produk berbasis holtikultura.

Terutama untuk penanganan serta transportasi produk yang memerlukan cold chain untuk menjaga kondisinya tetap baik sampai ke konsumen. Apalagi jika membicarakan soal produk hasil peternakan yang sangat perishable atau mudah rusak.

“Karena kita tahu di Indonesia ini masih belum tersedia dengan baik. Kalau itu bisa ditingkatkan, dari tingkat produksi bisa meningkat dan refleksinya yaitu pada penghasilan para petani yang meningkat,” tutup dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X