Kantin UI Tutup Saat Pandemi, Mahasiswa Kangen Makan Sambil Nongkrong

Kompas.com - 12/10/2020, 21:09 WIB
Kansas UI Dok. Pribadi GeriKansas UI


KOMPAS.com – Selama pandemi Covid-19, universitas di Indonesia ditutup untuk aktivitas mahasiswa. Itu membuat para pedagang di kantin kampus juga harus tutup.

Kantin kampus yang biasanya jadi tempat berkumpul mahasiswa baik sekadar untuk nongkrong atau mencari makan dan minum kini ditutup sama sekali.

Baca juga: Kangen Makanan Kampus? 7 Makanan di Kantin UI yang Bisa Dipesan Online

Kangen suasana kantin

Tak bisa mengakses kantin kampus membuat mahasiswa merasa kangen. Salah satunya adalah Farhan Rafi Rahmat. Farhan adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia (UI).

Saat kuliah dulu, mahasiswa angkatan 2017 ini biasanya nongkrong di Taman Korea yang kerap disingkat Takor. Takor adalah salah satu kantin yang ada di kawasan FISIP UI.

“Kangen banget parah. Kangen juga sama pedagang-pedagangnya. Yang pasti kangen sama atmosfer kantinnya. Kangen suasana nongkrong sama teman bahkan ngobrol sama pedagang-pedagangnya,” kata Farhan pada Kompas.com, Sabtu (10/10/2020).

Ayam kremes mas alanDok. Instagram @kantin.sastra Ayam kremes mas alan

Saat kuliah, Farhan biasanya membeli aneka jenis makanan. Kadang saat lapar setelah kelas, ia beli makanan berat yang disesuaikan harganya dengan isi dompet.

“Kalau lagi lumayan ada uang biasa beli chicken bento atau sate kambing. Tapi kalau lagi pas-pasan cuman beli pecel, soto mi, atau makanan warteg,” lanjutnya.

Hal yang sama juga dirasakan Nabila, mahasiswi Sastra Rusia FIB UI angkatan 2017. Ia mengaku kangen dengan orang-orang yang ada di kantin.

“Yang suka duduk bareng, itu kangen. Karena apa saja bisa diobrolin di situ,” terang Nabila.

Kangen makanan

Sementara Mahmud dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2017 mengaku sangat kangen dengan makanannya. Mahmud biasa nongkrong dan makan di beberapa kantin, seperti Kantin Sastra (Kansas) di FIB dan kantin Fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer).

Baca juga: Kantin Sastra UI Sepi, Alumni Adakan #KansasBukaLagi untuk Bantu Pedagang

Mahmud biasa membeli aneka makanan seperti mi ayam dengan ayam tepung, nastel (nasi telur), Ayam Kremes Mas Roni, nasi goreng, atau mi goreng.

“Kangen banget. Apalagi makan nasi goceng karena murah. Soalnya sambalnya mas Roni tuh enak banget. Terus kalau beli nasi gocengnya mas Roni enggak cuman dapat gorengan aja tapi bisa nambah kremesnya,” papar dia kepada Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

Selain karena enak, rasa makanan yang sulit ditemukan di tempat lain jadi alasan Nabila kangen dengan kantin kampusnya.

Menurut Nabila, ia sulit menemukan makanan yang rasanya sama dengan makanan yang ada di Kansas.

“Misalnya kayak nasi ayam rica di Kansas, itu belum pernah ketemu yang rasanya sama di tempat lain,” ujar Nabila pada Kompas.com, Sabtu (10/10/2020).

Nabila sendiri biasanya membeli makanan berat seperti nasi atau gado-gado di kantin. Apalagi jika selesai kelas dan sedang merasa lapar.

Namun, jika sedang nongkrong saja, ia sering membeli minuman seperti kopi panas atau jus buah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X