Kompas.com - 08/10/2020, 16:16 WIB
Ilustrasi minyak goreng Ilustrasi minyak goreng

KOMPAS.com - Minyak goreng yang terbuat dari kedelai mengandung Pufas (polyunsaturated fatty acid) atau asam lemak tak jenuh ganda. Asam lemak ini baik untuk membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Hal tersebut disampaikan oleh Nuri Rialen selaku Head of Marketing Sania Royale pada acara Media Session Sania Royale Soya Oil - "Nutrisi dan Proteksi untuk Kolestrol di Masa Pandemi Sania Royale", Selasa (6/10/2020).

Melihat kebiasaan baru masyarakat yang semakin sering memasak di rumah, Sania Royale pun menghadirkan produk minyak kedelai bertajuk Soya Oil.

Baca juga: Berapa Kali Minyak Goreng Boleh Dipakai?

"Sania Royale Soya Oil sudah mendapatkan sertifikasi halal oleh MUI dan GMO Free," ungkap Nuri Rialen.

Nuri melanjutkan, Sania Royale Soya Oil diproduksi dari 100 persen kacang kedelai alami dengan teknologi high smoke point.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

High smoke point yaitu kemampuan mencapai titik berasap hingga suhu 230 derajat celsius. Pencapaian ini terjadi sebelum komponen minyak pecah hingga menjadi jenuh dan berubah menjadi komponen radikal bebas.

Nuri menyampaikan bahwa mayoritas orang Indonesia suka makan gorengan.

Minyak kedelai yang diproses dengan high smoke point cocok untuk metode memasak yang membutuhkan panas tinggi. Beberapa di antaranya adalah memanggang, membakar, dan menggoreng.

Ilustrasi menggoreng pastel pakai minyak goreng. PIXABAY/HANS BRAXMELER Ilustrasi menggoreng pastel pakai minyak goreng.

Menurut ahli gizi dan nutrisi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, memasak sendiri merupakan gaya hidup terbaik karena memudahkan kontrol atas asupan harian.

Hal tersebut juga disampaikan pada Media Session Sania Royale Soya Oil.

Menurut Seala, minyak yang digunakan untuk menggoreng bukan sumber kolestrol. Faktor yang perlu diperhatikan adalah bahan apa yang digoreng, sehat atau tidak.

Minyak goreng yang terbuat dari bahan nabati cenderung bebas kolesterol.

“Bahkan beberapa minyak adalah sumber lemak baik bagi tubuh, yaitu PUFA dan MUFA, yang di dunia medis dianggap jenis asam lemak terbaik dengan manfaat untuk pencegahan penyakit degenerative misalnya Jantung dan stroke," jelas Seala.

Seala juga mengatakan bahwa kunci pola makan baik adalah makan seimbang. Jenis makanan variatif, porsinya tepat tidak berlebihan. Sehingga semua kebutuhan nutrisi dalam 1 hari sangat mungkin terpenuhi dari makanan sehari-hari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X