Tren Bikin Roti Sourdough Saat Masa Pandemi

Kompas.com - 03/10/2020, 14:34 WIB
Ilustrasi roti sourdough. shutterstock.com/RawpixelIlustrasi roti sourdough.


KOMPAS.com – Selama masa pandemi Covid-19 dan karantina di rumah, semakin banyak orang yang mencoba untuk membuat roti sourdough sendiri di rumah.

Hal itu diakui oleh Chef Patisserie Risa Andithia. Ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (2/10/2020), koki yang juga instruktur baking tersebut mengakui semakin tingginya minat masyarakat untuk membuat roti sourdough.

Baca juga: Apa Itu Sourdough? Roti dari Adonan Biang Ragi Alami yang Kian Populer

Ia sendiri memiliki program kelas online yang rutin ia lakukan.

Lewat Instagram-nya @risaandithia, Risa telah mengajarkan beberapa materi seputar sourdough. Sejauh ini, peminat materi tersebut ia akui cukup banyak.

“Iya semakin banyak orang-orang yang mengonsumsi roti dengan ragi alami. Salah satunya karena tren gaya hidup sehat juga yang semakin meningkat,” kata Risa.

Tak hanya membuat sourdough sendiri di rumah, tetapi tren sourdough ini diakui Risa juga sudah merambah ke ranah toko roti atau bakery. 

Baca juga: 12 Produk Makanan yang Jadi Tren pada Masa Pandemi, Ide Jualan Online

“Untuk saat ini memang baru satu dua yang bermunculan (menawarkan sourdough), mengingat proses pembuatannya yang cukup lama," kata Risa

"Namun tidak menutup kemungkinan nanti akan semakin banyak bermunculan bakery yang menggunakan ragi alami ini,” lanjutnya. 

Ilustrasi adonan roti sourdoughShutterstock/ Zagorulko Inka Ilustrasi adonan roti sourdough

Tren roti di masa pandemi

Seperti dilansir dari Refinery 29, akhir Februari 2020 tren roti focaccia yang salah satu bahannya bisa menggunakan ragi alami dari sourdough sempat populer di media sosial.

Salah satu alasan muncul tren baking, karena semakin banyak orang yang mulai membuat roti sendiri di rumah.

Saat karantina, orang-orang jadi punya waktu luang lebih banyak di rumah yang bisa mereka manfaatkan untuk membuat roti.

Baca juga: Tren Kafe Bus di Indonesia, Hasil Kreativitas Pelaku Wisata di Tengah Pandemi

 

Kegiatan yang biasanya sulit mereka lakukan di hari biasa karena terlalu sibuk di luar rumah.

Selain itu, dilansir dari The Conversation, memanggang roti juga membuatmu terlibat dalam prosesnya dari awal hingga akhir.

Pembuat roti akan merasa telah mencapai sesuatu nyata dengan hasil akhir berupa roti yang bisa dimakan.

Tak itu saja, orang-orang juga merasa bahwa menguleni adonan bisa memicu perasaan seperti zen yang menenangkan.

Pikiran gelisah yang sering terjadi selama pandemi jadi lebih tenang.

Ilustrasi roti sourdough.shutterstock.com/YipunJJ Ilustrasi roti sourdough.

Tren sourdough di media sosial

Sementara itu, tren sourdough ini juga membanjiri media sosial.

Salah satu alasan mengapa begitu banyak orang yang merasa perlu untuk melakukan tren ini adalah karena manusia butuh bersosialisasi dan melakukan satu hal bersama-sama.

Baca juga: Jastip Jajan Makanan Sedang Tren di Jakarta, Apa Alasannya?

Menurut Roland Barthes, kritikus asal Perancis, makanan juga bisa ‘dibaca’ layaknya tulisan.

Mengunggah foto roti yang kita panggang sendiri sebagian besar adalah mengenai representasi diri.

Hal itu mengandung narasi soal hidup kita, tapi juga jadi salah satu cara kita untuk bicara satu sama lain.



Sumber Refinery29,
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X