Citra Rempah Asal Indonesia Butuh Dibantu Kajian Ilmiah

Kompas.com - 22/09/2020, 11:46 WIB
Ilustrasi kayu manis shutterstockIlustrasi kayu manis


KOMPAS.com – Riset mengenai rempah Indonesia di ranah kajian ilmiah bisa dibilang masih minim.

Hanya beberapa komoditas yang dianggap marketable atau bisa dipasarkan saja yang banyak diteliti.

Baca juga: Sejarah Jalur Rempah di Indonesia, Pengaruh Angin Monsun

Hal itu diungkapkan peneliti Indonesia di Ghent University di Belgia, Sidi Menggala, yang menjadi salah satu pembicara webinar International Forum on Spice Route 2020 sesi Redefining the Spice Route through Socio-cultural Interconnectivity, Senin (21/9/2020).

“Kondisi rempah Indonesia kalau dari sisi peneliti dikelompokkan dalam konsep penelitian NUUS atau Neglected Under Utilized Species. Jadi tematik penelitian yang jarang diteliti,” kata Sidi dalam sesi diskusi webinar tersebut.

“Kalau kita coba lihat berbagai artikel ilmiah, kebanyakan yang dari Indonesia yang ditulis secara saintifik itu cenderung pada komoditas yang biasa atau marketable," kata Sidi. 

Ia mencontohkan tanaman yang banyak diteliti adalah kelapa sawit. Sementara rempah seperti pala dan kayumanis masih minim penelitian.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Perkuat dari sisi saintifik

Sidi sendiri merupakan peneliti kayu manis di Ghent University yang ada di Belgia.

Menurutnya, masih banyak miskonsepsi soal rempah Indonesia. Salah satunya adalah kesalahpahaman soal para petani kayu manis.

Menurutnya, banyak orang menyebutkan bahwa proses panen kayumanis yang dilakukan di Indonesia seperti di Kalimantan bukanlah proses yang berkelanjutan.

Baca juga: Pentingnya Redefinisi Jalur Rempah

 

Padahal dari penelitian yang dilakukan, Sidi mengaku bahwa hal itu tak terjadi.

“Dari ekspedisi yang saya lakukan untuk kayumanis di Kalimantan, petani di sana hanya ambil kayumanis yang muat di tas punggung mereka,” papar Sidi.

“Mereka ketika panen, langsung menanam ulang. Hal itu yang jadi temuan saintifik yang saya tulis sebagai artikel ilmiah bahwa Indonesia masih mengakomodir dan menghormati proses terhadap alam,” sambung dia.

Maka dari itu, menurutnya aspek saintifik yang diperoleh dari penelitian-penelitian seperti inilah yang harus diperkuat untuk memperbaiki citra Indonesia terkait proses panen rempah.

Baca juga: Resep Aer Manis khas Betawi, Minuman Rempah untuk Welcome Drink



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X