Kompas.com - 21/09/2020, 19:19 WIB
Ilustrasi kue putu mayang Shutterstock/Ariyani TedjoIlustrasi kue putu mayang


KOMPAS.com – Kue putu mayang adalah salah satu jajanan tradisional Betawi yang memiliki bentuk khas seperti mi bergulung-gulung. Kue ini terbuat dari tepung beras dan biasa disajikan dengan saus gula cair.

Baca juga: Resep Putu Mayang, Kue Tradisional khas Betawi

Jika ditanya mengenai sejarah putu mayang, belum ada catatan pasti mengenai kapan kue ini muncul.

Namun sejarawan Betawi Yahya Andi Saputra meyakini bahwa kue ini punya keterkaitan erat dengan cerita-cerita rakyat Betawi. Salah satunya cerita rakyat Jampang Mayangsari.

“(Terkait) dari sisi penamaannya. Mayang itu sesuatu yang bergelombang, indah,” kata Yahya ketika dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

“(Cerita rakyat) itu menggambarkan sosok seorang perempuan yang menjadi rebutan. Sehingga dengan tulang besi urat kawat itu si Bang Jampang merebut Mayangsari ini,” sambung dia.

Kata ‘mayang’ dalam kue putu mayang diyakini berkaitan dengan sosok Mayangsari dalam cerita rakyat tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mayang, kata Yahya, digambarkan sebagai sesuatu yang berombak, bergelung-gelung, dan indah. Seperti bentuk kue putu mayang yang berombak dan bergelung-gelung seperti mi.

Ilustrasi kue putu mayangShutterstock/Rizvisual Ilustrasi kue putu mayang

Kaitan dengan kue asal India

Konon katanya, putu mayang ini dipengaruhi oleh kue putu mayam yang berasal dari India Selatan. Keduanya memang punya bentuk yang mirip, bergulung-gulung seperti mi. Hanya saja kue asal India punya jalinan yang lebih tipis.

Menurut Yahya, hingga kini tak ada bukti pasti apakah keduanya saling memengaruhi. Namun hal itu bisa saja terjadi. Pasalnya di Batavia terkenal sebagai tempat pertukaran banyak budaya di zaman dahulu.

Begitu banyak budaya yang berkembang di Batavia, mungkin saja orang India di sana memengaruhi terciptanya kue putu mayang atau sebaliknya.

“Ketika orang yang datang ke sini sudah semakin akrab berada di sini dan jadi satu kesatuan yang utuh dengan perbaruan masyarakat di tengah-tengah itu ada Betawi, Tionghoa, dan lainnya yang akhirnya saling mempengaruhi,” papar Yahya.

Baca juga: 5 Fakta Aer Manis khas Betawi, Welcome Drink Penuh Makna yang Hampir Punah

Namun yang jelas, kue putu mayang telah berada dan identik dengan kebudayaan Betawi sejak lama sekali.

“Nenek saya waktu itu masih hidup, setiap kita mau buka puasa dia selalu usahakan bawa itu. Kue putu mayang itu memang sangat terkenal di Betawi. Tapi putu mayang yang ori ya, warnanya putih doang, kayak warna beras saja.”

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.