Kompas.com - 12/09/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi tempe shutterstockIlustrasi tempe

KOMPAS.com - Tempe kini mendunia, makanan hasil fermentasi kedelai ini dikagumi oleh bangsa asing dan digadang sebagai superfood karena manfaatnya.  

Di Indonesia banyak olahan makanan dari tempe. Sebut saja tempe bacem, keripik tempe, mendoan, botok tempe, dan masih banyak lagi. Namun sebenarnya dari mana makanan ini berasal?

Apakah tempe benar makanan asli Indonesia atau makanan hasil asimilasi dengan budaya lain? Berikut sejarah lengkap tentang tempe.

Baca juga: Sejarah Tempe Mendoan, Gorengan Setengah Matang Asal Banyumas

Sejarah tempe

Menurut peneliti pusat studi pangan dan gizi Universitas Gadjah Mada, Murdijati Gardjito, tempe asli diciptakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

“Jadi tempe bukan makanan dari luar (pengaruh dari negara lain)," papar Murdijati kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Ia mengatakan memang ada makanan yang mirip tempe dari China, tetapi itu bukanlah tempe.

Proses pembuatan makanan tersebut butuh tujuh hari. Jadi Murdijati menekankan makanan itu bukan tempe.

Dalam naskah Jawa Kuno tepatnya di Serat Centhini yang dibuat pada abad ke-19, tempe diceritakan dalam kurang lebih di lima jilid dari total 12 jilid Serat Centhini.

Baca juga: Resep Botok Tempe, Makanan yang Murah, Lezat, dan Bergizi

Dalam Serat Centhini tercantum naskah yang menceritakan sambal tempe, tempe goreng, tempe bacem.

Ada juga cerita tempe mentah yang dikisahkan disantap bersama kecambah dan sambal yang dibuat dari parutan kelapa.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.