Apa Itu Proses Natural yang Digunakan untuk Pengolahan Biji Kopi Temanggung?

Kompas.com - 10/09/2020, 15:03 WIB
Ceri merah kopi yang sedang dalam proses penjemuran Dok. Instagram @kopi_kampoeng_gentingCeri merah kopi yang sedang dalam proses penjemuran


KOMPAS.com – Bagaimana kopi diproses dan diolah setelah panen akan memengaruhi banyak hal. Mulai dari kualitas hingga rasa kopi.

Salah satu proses pengolahan biji kopi adalah natural proses. Proses ini juga dilakukan oleh salah seorang petani kopi asal Dusun Krempong, Temanggung, Andi Widdaya Sofyana, yang memiliki merek dagang Kopi Kampoeng Genting.

Baca juga: Biji Kopi Kampoeng Genting Asal Temanggung, Seperti Apa Rasanya?

Ia pun menjelaskan proses natural yang ia lakukan pada hasil panen kopinya.

1. Petik ceri merah dan dirimbang

“Dari mulai dipetik pilihan warna merah. Dipetik kemudian dirimbang, itu dimasukkan ke dalam air,” kata Andi ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

“Kemudian setelah masuk air, biji yang mengambang itu diambil karena kalau mengambang itu biji yang kurang bagus,” sambung dia.

Baca juga: Kopi Kampoeng Genting Temanggung, Upaya Lepas dari Tengkulak yang Berbuah Manis

Andi mengambil biji-biji kopi yang tenggelam karena punya kualitas yang lebih baik. Biji yang mengambang tak lantas dibuang, tapi dipisahkan dan dijual sebagai kualitas yang berbeda.

Proses pemilahan biji kopi Kopi Kampoeng Genting yang sudah diproses natural proses, green bean yang berkualitas baikDok. Instagram @kopi_kampoeng_genting Proses pemilahan biji kopi Kopi Kampoeng Genting yang sudah diproses natural proses, green bean yang berkualitas baik

2. Jemur biji kopi

Setelah dirimbang, biji kemudian diangkat dan ditiriskan. Setelah itu jemur dengan cahaya matahari.

Ada beberapa alas yang biasa digunakan Andi. Terkadang hanya menggunakan terpal saja, atau bisa juga bambu yang dianyam, atau kotak yang berlubang di bagian bawah.

“Malam hari harus ditutup semuanya jangan sampai kena embun. Hujan juga ditutup karena air akan meresap ke dalam. (Penjemuran) itu 10-12 hari, kadang bisa 1 bulan. Kalau saya pakai kotak plastik itu bisa sampai 1 bulan tapi itu harga paling mahal,” jelas Andi.

Varian kopi temanggung dengan merk produk Kopi Kampoeng Genting. Ada green bean, biji kopi roast, dan juga kopi bubukDok. Instagram @kopi_kampoeng_genting Varian kopi temanggung dengan merk produk Kopi Kampoeng Genting. Ada green bean, biji kopi roast, dan juga kopi bubuk

3. Kupas kulitnya

Setelah dijemur, biji yang sudah kering kemudian dikelupaskan kulitnya. Biji yang sudah kering tandanya akan mengeluarkan suara renyah ketika digilas dan dikelupas kulitnya.

Green bean punya saya warnanya agak kecokelatan. Itu yang membedakan kalau natural proses, tampilannya bagus banget,”

Baca juga: Jenis Kopi Indonesia yang Paling Populer di Rusia

4. Biji diseleksi

“Setelah jadi biji itu dipisah, kan ada kulit kopinya. Kalau ada biji yang pecah, warna hitam, itu harus dipisah. Namanya sortasi. Biji harus di-screening dulu, untuk menyamakan ukuran biji,” terang Andi.

Biji dipisahkan sesuai ukuran. Setelah itu biji dipilih lagi secara manual menggunakan tangan. Biji yang kurang bagus, pecah, dan berlubah disisihkan. Biji kopi yang dipilih untuk dipasarkan ke kafe misalnya, adalah yang benar-benar berkualitas.

Baca juga: Melihat Proses Bikin Kopi Luwak di Bandung, dari Olah Biji sampai Minum Kopi


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X