Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/09/2020, 15:15 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Di supermarket kamu mungkin sesekali melihat tipe telur ayam seperti telur organik, cage-free, free-range, omega 3, atau pasteurized.

Namun sebenarnya apa arti kata-kata tersebut?

Baca juga: Apa Benar Tidak Boleh Makan Telur Setengah Matang?

Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS., dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB menjelaskannya.

Itu merupakan beberapa tipe telur ayam yang biasa dijual secara komersial di pasaran. Masing-masing tipe memiliki perbedaannya masing-masing. Berikut definisinya.

1. Telur organik

Telur organik pada dasarnya adalah telur yang dihasilkan oleh ayam yang dipelihara secara organik termasuk diberi pakan hanya bahan organik.

“Itu sangat susah karena pakannya semua harus organik tidak boleh ada kimia sedikit pun. Hampir 50 persen sumber energi ayam itu dari pakan jagung,” kata Niken ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Ilustrasi ayam yang dipelihara dengan cara free rangeShutterstock/Hakan Tanak Ilustrasi ayam yang dipelihara dengan cara free range

“Jadi jagung itu harus ditanam oleh petani yang benar-benar organik. Kalau pupuk yang digunakan juga harus pupuk kandang, bukan pupuk kimia. Sehingga semua bahan organik, itu yang sulit,” sambung dia.

Menurutnya, untuk mendapatkan telur yang benar-benar organik di Indonesia masih agak sulit karena kita tidak bisa menjamin apakah proses pemeliharaan ayam tersebut dan juga pakannya benar-benar dari bahan yang organik.

2. Telur free-range

Kemudian ada juga telur free-range artinya ayam dipelihara dengan tidak intensif. Ayam cenderung dibiarkan, digembala begitu saja di alam terbuka bukannya di kandang.

Ayam yang dipelihara dengan cara ini biasanya ayam kampung karena cenderung lebih tahan hidup di alam. Mereka makan apa adanya saja di alam, sambil sesekali diberikan pakan tambahan.

Ayam yang dipelihara dengan cara free-range bisa jadi lebih sehat juga karena bisa hidup menghirup udara bebas. Jika ayam sehat, maka telurnya juga kemungkinan akan lebih sehat.

3. Telur cage-free

Telur cage-free seperti dilansir dari The Spruce Eats artinya adalah ayam yang dipelihara tanpa kandang.

Berbeda dengan free-range yang dipelihara di alam terbuka, ayam cage-free ini dibiarkan berkeliaran bebas tapi tetap di dalam rumah ayam yang besar. Hanya saja tanpa sekat-sekat kandang yang biasanya memisahkan masing-masing ayam.

Hal ini sangat berbeda dengan ayam yang biasa dipelihara di kandang. Biasanya ayam tidak bisa bergerak, bahkan sulit untuk membuka sayapnya.

Kondisi tersebut dianggap tidak terlalu sehat untuk pertumbuhan ayam yang akan berpengaruh pada kualitas telur.

 

Ilustrasi peternakan ayam modern, kandang ayam yang kecil membuat ayam tidak bebas bergerakShutterstock/Kartinkin77 Ilustrasi peternakan ayam modern, kandang ayam yang kecil membuat ayam tidak bebas bergerak

4. Telur omega 3

Sementara telur omega 3 adalah telur yang mengandung asam lemak omega 3 yang lebih tinggi daripada telur biasa.

Tingginya kadar omega 3 pada telur tersebut diperoleh dengan cara memberi pakan yang tinggi kandungan omega 3 pada ayam penghasil telur tersebut agar kandungan omega 3 yang ada pada pakan, bisa terserap oleh telur.

Baca juga: Cara Bedakan Telur Ayam Biasa dengan Omega 3, Jangan Sampai Tertipu

Komponen pada kuning telur biasa adalah protein, lemak, vitamin, dan mineral yang tinggi. komponen terkecil pada lemak adalah asam lemak.

Asam lemak ini ada yang bersifat jahat dan ada yang tidak. Omega 3 adalah salah satu asam lemak baik.

“Itu asam lemak baik yang diperlukan tubuh. Dulu telur hanya sebagai sumber protein hewani. Tapi sekarang itu dijadikan pangan fungsional dengan menghasilkan telur yang punya nutrien tertentu yang dibutuhkan tubuh, misalnya omega 3 ini,” terang Niken.

Ilustrasi telur pasteurisasiShutterstock/TY Lim Ilustrasi telur pasteurisasi

5. Telur pasteurized

Telur pasteurized adalah telur yang sudah mengalami proses pengolahan pasteurisasi, mirip seperti proses pasteurisasi pada susu.

“Dia setelah dihasilkan induknya, dicuci, diproses, seperti kita memproses susu itu. sehingga bakteri pada telur itu statis,” jelas Niken.

Mengonsumsi telur yang diproses pasteurisasi lebih dahulu konon lebih aman jika dikonsumsi setengah matang atau mentah.

Pasalnya telur telah dipasteurisasi terlebih dahulu yang artinya sudah melalui proses pemanasan dan bisa membunuh bakteri yang ada di dalamnya, salah satunya salmonela.

Namun, telur yang dipasteurisasi akan kehilangan sedikit rasanya dan konsistensinya tidak akan sepadat telur biasanya.

6. Telur vegetarian-fed

Terakhir adalah telur vegetarian-fed. Artinya ayam yang menghasilkan telur tersebut tidak diberi pakan berupa daging, ikan, atau produk hewani lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com