Mencoba Mi Aceh di Warung Rhumbia Lhokseumawe, Topping Daging Sapi sampai Kepiting

Kompas.com - 30/08/2020, 21:09 WIB
Warga menyantap mi racikan Azhar di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti,  Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020). KOMPAS.com/MASRIADI Warga menyantap mi racikan Azhar di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Malam itu, Azhar sibuk di depan dua kuali masakan di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020).

Baca juga: Menjajal Gurihnya Mi Kepiting Pakwa Din, Kuliner di Lhokseumawe Aceh

Aktivitas itu dilakukan sejak 2010 silam. Pria ini paling populer sebagai salah satu pedagang mi terlezat di kota yang dulu dijuluki petro dollar itu.

Seorang pekerja membantunya, menanyai pesanan dan mengantar pesanan pelanggan.

Azhar di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti,  Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020). KOMPAS.com/MASRIADI Azhar di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020).

Sejumlah konsumen meriung di warung itu. Mayoritas memesan aneka mi Aceh yang dilengkapi udang, kepiting, tirom, telur, dan daging sapi.

Udang dan daging menjadi primadona di sana. Sementara tirom, telur, dan kepiting hanya sedikit peminatnya.

Dalam sehari, Azhar bisa menjual 60 kilogram mi Aceh dengan aneka rasa. Terkadang dia bahkan bisa menjual lebih banyak.

“Saya pastikan soal rasa. Ini harus matang, termasuk udangnya. Agar bumbu bawang, cabainya terasa masuk ke udang. Kan ada sebagian rasa udang dan bumbunya terpisah, tidak menyatu,” kata Azhar.

Untuk itu, dia menggunakan dua kuali sekaligus. Pesanan pelanggan dipastikan tidak terlalu lama.

Warga menyantap mi racikan Azhar di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti,  Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020).KOMPAS.com/MASRIADI Warga menyantap mi racikan Azhar di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020).

Untuk udang, dia punya langganan sendiri. Cabai rawit menjadi penyempurna rasa pedas. Selain bumbu bawang merah, putih, dan cabai merah telah dihaluskan. Cabai rawit dipotong kecil-kecil lalu dimasukan dalam sayuran seperti kol, brokoli, dan tomat.

Rasanya sungguh nikmat dan pas di lidah. Tak heran, jika warung mi ini tidak pernah pindah sejak sepuluh tahun lalu. Apalagi berada di pusat kota sehingga mudah dijangkau.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X