Kompas.com - 29/08/2020, 21:33 WIB
Pembagian bubur Asyura Banjarmasin Post/Yayu FathilalPembagian bubur Asyura

 


KOMPAS.com – Setiap 10 Muharram, umat Islam di Kalimantan Selatan menggelar tradisi khusus, yakni Puasa Asyura.

Tak hanya berpuasa, orang-orang Banjar juga biasanya merayakan dengan membuat makanan spesial yakni bubur asyura.

Baca juga: 8 Makanan khas Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Bubur Suro sampai Apem

Dilansir dari Kompas.com, bubur asyura sangat unik karena dibuat dari campuran 41 jenis bahan. Bahannya biasa terdiri dari aneka macam sayuran, kacang-kacangan, sampai daging. Jumlah 41 bahan ini harus dicukupi karena sudah jadi tradisi.

Tak ada resep pasti dalam membuat bubur ini. Biasanya memang ada beberapa bahan wajib yang selalu digunakan oleh orang-orang Banjar, seperti kangkung, jagung manis, wortel, kentang, daun pucuk waluh, dan beberapa bahan lainnya.

“Ciri khasnya (bubur asyura di Banjar) itu ada cekernya. Bikinnya ramai-ramai, enggak satu orang tapi beberapa kelompok. Terus nanti dibagi-bagi, gratis siapa yang mau bisa ambil,” kata Executive Chef Grand Dafam Hotel Banjarbaru, Bambang Adi ketika dihubungi Kompas.com, Senin (17/8/2020).

Tradisi memasak Bubur Asyura ini selalu dilakukan bersama-sama. Di Banjarmasin, biasanya warga berkumpul untuk memasak bubur tersebut di masjid-masjid kemudian membagikannya ke warga sekitar.

Ilustrasi bubur asyura.Shutterstock/Wan Faidz Ilustrasi bubur asyura.

Namun sebelumnya, bubur yang sudah matang didoakan bersama dengan dibacakan doa selamat. Setelah itu barulah bubur dibagikan.

Konon katanya tradisi Bubur Asyura juga berkaitan dengan kisah ketika Nabi Muhammad masih hidup. Saat itu Perang Badar sedang berlangsung. Usai perang, jumlah prajurit Islam menjadi lebih banyak.

Saat itu seorang sahabat Nabi Muhammad memasak bubur. Namun jumlah makanan yang ia buat tak mencukupi karena jumlah prajurit yang begitu banyak.

Akhirnya Nabi Muhammad memerintahkan para sahabatnya untuk mengumpulkan bahan apa saja yang tersedia untuk kemudian dicampurkan ke bubur tersebut agar jumlahnya cukup dan bisa didistribusikan pada semua prajurit.

Ratusan warga rebutan untuk mengambil bubur asyura yang berada di kediaman ustadz Ahmad Taufik Hasnuri di Jalan Ki Kemas H Abdullah Azhary Kelurahan 12 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Selasa (10/9/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Ratusan warga rebutan untuk mengambil bubur asyura yang berada di kediaman ustadz Ahmad Taufik Hasnuri di Jalan Ki Kemas H Abdullah Azhary Kelurahan 12 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Selasa (10/9/2019).

Selain itu, 10 Muharram bertepatan juga dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Yakni Perang di Karbala ketika Husain, cucu Nabi Muhammad, terbunuh.

Jika kamu ingin membuat sendiri bubur asyura di rumah, caranya cukup mudah. Berikut ini resepnya seperti yang diberikan oleh Chef Bambang Adi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X