Kompas.com - 17/08/2020, 20:03 WIB

KOMPAS.com - Madu hutan berasal dari jenis lebah Apis Dorsata, yang hidup bebas di hutan.
Lebah jenis ini berukuran lebih besar dari lebah ternak. Mereka mengolah madu dari nektar atau sari bunga asli hutan habitatnya berada.

Baca juga: 5 Mitos Madu yang Beredar di Masyarakat

Sarang yang mereka buat berada di dahan-dahan pohon dengan ketinggian mencapai 50 meter, selain itu juga bisa di bebatuan besar, dan goa.

Daur hidupnya yang alami, menyebabkan madu hutan dipercaya lebih berkhasiat bagi tubuh manusia. Namun semakin terkenal dan dipercaya, banyak juga beredar madu hutan palsu.

Hasil panen madu hutan flores di desa Talibura, Sikka, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Hasil panen madu hutan flores di desa Talibura, Sikka, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Madu hutan palsu diberi tambahan air, sehingga sudah tidak alami. Ada pula madu hutan palsu yang benar-benar tidak menggunakan madu hutan.

Selain itu madu oplosan biasanya ditambahkan gula atau pemanis buatan, sehingga rasa manisnya tidak alami.

Yohanes Lewonamang Hayong, pemilik Rumadu yang memproduksi madu hutan di Duntana, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, membagikan tips membedakan madu hutan asli dengan madu oplosan, pada Sabtu (13/10/2018).

Pakai kulkas

Diamkan madu selama satu hari satu malam di lemari pendingin, bisa di freezer atau di bagian chiller.

Setelah satu hari, maka akan terlihat sekat antara air, dengan madu yang murni. Pada madu oplosan, air akan naik ke atas dan madu di bawah. Madu hutan asli tidak akan ada sekat pemisah.

 

Salah satu pemanen madu hutan Flores di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Salah satu pemanen madu hutan Flores di Duntana, Flores Timur, NTT, Sabtu (13/10/2018).

Warna

Madu hutan yang berkualitas bagus memiliki warna lebih bening. Jika dilihat, warnanya cenderung cerah dan tidak keruh.

Namun, jika madu disimpan selama berbulan-bulan lalu timbul endapan di dasar madu, maka kualitas madu tersebut jelek. Hal ini bisa terjadi karena panen yang salah.

"Panennya diremas langsung, itu salah. Bisa buat kualitas jelek, soalny madu tercampur banyak zat lain dari sarang," ungkap Yohanes.

Baca juga: Cara Bikin Susu Kunyit Madu, Minuman Sehat di Pagi Hari

Mitos semut

Ada mitos beredar, membedakan madu bisa dengan melihat suka atau tidaknya semut ke madu. Konon, jika cairan madu disukai semut, maka madu tersebut merupakan oplosan gula.

Namun menurut Yohanes, madu yang dikerebuti semut adalah hal wajar. Walau ia mengakui madu tidak akan dikerubuti semut sebanyak air gula.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.