Sejarah Oncom Khas Jawa Barat, Olahan Sisa Bahan Makanan

Kompas.com - 09/08/2020, 12:20 WIB
Ilustrasi oncom Shutterstock/Rani Restu IriantiIlustrasi oncom


KOMPAS.com – Oncom merupakan salah satu makanan yang diolah dengan cara fermentasi khas Jawa Barat.

Proses fermentasinya diperoleh dari campuran kapang, yang dicampur dengan sisa bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kedelai, atau ampas kelapa yang difermentasi hingga tahap spora.

Baca juga: Bandrek, Minuman Khas Sunda yang Dahulu Mahal

Oncom ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Sejarawan kuliner Fadly Rahman mengatakan, bahwa oncom diperkirakan sudah dikonsumsi hampir bersamaan dengan tempe, yakni sejak abad ke-17.

Fadly menyebut bahwa oncom sama seperti tempe, menjadi bentuk kreativitas masyarakat Indonesia di Jawa Barat. Mereka melakukan teknik fermentasi terhadap sisa bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kedelai, dan ampas kelapa.

Nama “oncom” sendiri memang tidak tertulis secara jelas dalam naskah kuno. Namun pada abad ke-19-20, bisa ditemukan nama oncom tersebut dalam banyak laporan dari para ahli botani, ahli pangan, dan ahli gizi asal Belanda.

Nasi Tutug Oncom Puyuh.KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Nasi Tutug Oncom Puyuh.

“Misalnya dalam penelitian Karel Heine, seorang ahli botani Belanda, dia menyinggung tentang produk oncom sebagai jenis pangan yang banyak ditemukan di pasar-pasar di Jawa Barat maupun Batavia,” jelas Fadly ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Dalam catatan para ahli botani, ahli pangan, dan ahli gizi Eropa pada masa kolonial tersebut disinggung soal popularitas oncom di kalangan produsen dan konsumen pribumi.

Tak itu saja, dalam laporan yang terbit tahun 1924, disebutkan pula soal distribusi oncom di di pasar dan bagaimana oncom dijual di tukang sayur untuk konsumsi sehari-hari masyarakat masa itu.

Asal usul nama oncom

Hingga kini sayangnya dari mana nama “oncom” berasal masih belum bisa diketahui asal usulnya. Seperti halnya tempe yang bisa dibilang cukup mirip dengan oncom, juga belum bisa dipastikan asal usulnya dan siapa yang memulai penggunaan nama ini.

“Secara terminologi memang belum bisa dipastikan asal usulnya (nama oncom) dari mana. Kalau melacak secara taksonomi nama makanan di Jawa Barat, biasanya orang Sunda itu kreatif melakukan penyingkatan (nama) makanan,” terang Fadly.

Ilustrasi oncomShutterstock/Dicky Algofari Ilustrasi oncom

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X