Apa Efek Terlalu Lama atau Sebentar Menguleni Adonan Roti?

Kompas.com - 16/07/2020, 19:09 WIB
Ilustrasi roti tawar ala rumahan. Bikin roti tawar sendiri tanpa oven, cukup pakai panci. PIXABAY/CONGERDESIGNIlustrasi roti tawar ala rumahan. Bikin roti tawar sendiri tanpa oven, cukup pakai panci.


KOMPAS.com – Proses menguleni adonan khususnya saat membuat roti jadi tahapan yang begitu krusial.

Menguleni adonan harus mencapai tahapan yang pas tak boleh terlalu lama atau pun terlalu sebentar.

Seperti dilansir dari The Kitchn, menguleni adonan tidak punya patokan yang tepat. Jangkauan sebuah adonan diuleni dengan pas sebenarnya cukup besar.

Baca juga: Cara Benar Menguleni Adonan agar Kalis dan Ciri-ciri Adonan Sudah Kalis

Kamu bisa saja kurang menguleni adonan (under-knead) atau terlalu lama menguleni adonan (over-knead) sedikit saja dan roti yang kamu hasilkan tetap baik.

Namun akan jadi masalah apabila kamu terlampau kurang atau kelebihan menguleni adonan.

Bagaimana cara tahu terlalu lama atau justru terlalu sebentar menguleni adonan?

Adonan yang kurang diuleni punya tanda yang jelas. Ketika diuleni, adonanmu terasa lemas dan tidak kaku.

Adonan juga akan mudah terpisah satu sama lain dan terlihat kasar. Solusinya untuk hal ini adalah terus aja uleni adonan.

Jika kamu berusaha membentuk adonan jadi bongkahan roti tapi adonan tersebut masih tak bisa menahan bentuknya, itu jadi tanda bahwa adonan tersebut tak diuleni dengan baik.

Ilustrasi adonan roti.Dok. Shutterstock/ANGIEYEOH Ilustrasi adonan roti.

Coba bentuk adonan jadi bola dan istirahatkan selama 15 menit. Lakukan ini beberapa kali sampai adonan bertahan pada bentuk bola tersebut tanpa memipih atau kempes dengan sendirinya.

Jika kamu tak memperhatikan tanda-tanda adonan kurang diuleni, akibatnya roti tidak akan mengembang ketika dipanggang.

Baca juga: Kenapa Adonan Harus Diistirahatkan Sebelum Diolah?

 

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X