Perjalanan Lobster dari Ransum Narapidana sampai Jadi Makanan Mewah

Kompas.com - 07/07/2020, 11:44 WIB
Ilustrasi lobster. Dok. Pixabay/MP1476Ilustrasi lobster.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lobster, dibandingkan dengan protein sumber laut lain bisa dibilang gengsinya berbeda.

Harga lobster tidak bisa disebut murah. Dibandingkan udang, harga lobster bisa puluhan kali lipat lebih mahal.

Padahal keduanya masih dalam kelompok yang sama yaitu Crustacea atau udang-udangan.

Sampai kini pada 2020, tak semua orang bisa mencicipi lobster karena harganya yang mahal dan tidak dijual di sembarang tempat.

Baca juga: Perbedaan Daging Lobster dan Udang, serta Tips Mengolah yang Benar

Uniknya, lobster dahulu bukanlah makanan mewah yang bergengsi tinggi. Jutsru sebaliknya lobster adalah makanan bagi orang tak mampu.

Dikutip dari Business Insider dan History, ketika orang Eropa pertama kali tiba di Amerika bagian Utara mereka melihat banyak sekali lobster di perairan Massachusetts Bay Colony.

Saking banyaknya lobster di perairan itu, tumpah ruah, dan tinggi kumpulan lobster hampir satu meter.

Lobster membuat bangsa kolonial jijik dan menyebut mereka "cockroaches of the sea" alias kecoak dari laut.

Pada zaman itu, lobster lebih banyak dimanfaatkan orang asli Amerika sebagai pupuk tanaman dan umpan memancing ikan.

Baca juga: Terkesan Mewah, Kenapa Harga Lobster Mahal?

Namun terkadang mereka memasak lobster dengan cara dibungkus rumput laut dan dipanggang di batu panas.

Fajar, menimbang lobter hasil budidaya di karamba miliknya yang berada di kawasan pantai  Ulele, Banda Aceh, Jumat (26/1/2018). Lobster jenis mutiara, batu, dan bambu ini dijual ke sejumlah rumah makan dan restoran, baik yang ada di Aceh maupun keluar daerah dengan harga sekitar Rp 400 ribu perkilogramnya.KOMPAS.COM / RAJA UMAR Fajar, menimbang lobter hasil budidaya di karamba miliknya yang berada di kawasan pantai Ulele, Banda Aceh, Jumat (26/1/2018). Lobster jenis mutiara, batu, dan bambu ini dijual ke sejumlah rumah makan dan restoran, baik yang ada di Aceh maupun keluar daerah dengan harga sekitar Rp 400 ribu perkilogramnya.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X