4 Fakta Unik Rendang, Pencinta Masakan Padang Harus Tahu

Kompas.com - 30/06/2020, 21:45 WIB
Ilustrasi rendang daging sapi khas Minang, dimasak sampai berwarna kehitaman. SHUTTERSTOCK/MUGIKUN19Ilustrasi rendang daging sapi khas Minang, dimasak sampai berwarna kehitaman.

KOMPAS.com - Rendang kerap menjadi incaran ketika makan di restoran Padang. Sajian khas Minang ini pun menjadi salah satu kuliner kebanggaan Indonesia yang populer sampai ke mancanegara.

Terbukti dengan datangnya Gordon Ramsay ke Sumatera Barat yang tertantang untuk membuat rendang.

Baca juga: Resep Rendang Daging Sapi ala Gordon Ramsay, Dinilai Lamak Bana oleh Gubernur Sumatera Barat

Tak hanya disantap, fakta unik rendang pun menarik untuk dikulik. Berikut Kompas.com rangkum 4 fakta menarik rendang khas Minang.

1. Kalio kerap dikira rendang

Berkunjung ke restoran Padang di Jakarta, terkadang ditemukan tampilan rendang berbeda dengan di Sumatera Barat. Rupanya, bisa saja sajian tersebut bukanlah rendang, melainkan kalio.

Baca juga: Bedanya Rendang di Jakarta dan Sumatera Barat, Yuk Pelajari

 

Di Sumatera Barat, terdapat gulai, kalio, dan rendang. Ketiganya adalah sajian yang saling berkaitan, dibuat dari bahan dasar dan rempah yang sama.

Perbedaan gulai, kalio, dan rendang terletak pada lama proses memasak.

Santan berwarna kuning kemerahan, kuah belum kental, dan daging sudah matang adalah ciri khas gulai. Hidangan ini biasanya dimasak selama lebih kurang 1-2 jam.

Sementara kalio dimasak selama sekitar 4 jam. Ciri khasnya adalah santan dan rempah sudah mengeluarkan minyak, kuah berwarna kemerahan serta lebih kental dan berminyak daripada gulai.

Selain itu, tekstur kalio lebih juicy dan lembut daripada rendang, tetapi bumbunya belum menyerap sempurna sampai ke bagian terdalat daging.

Ilustrasi kalio sapi.SHUTTERSTOCK/GRINDR Ilustrasi kalio sapi.

Setelah gulai dan kalio, barulah rendang. Proses memasak paling lama, kira-kira 7-8 jam. Bahkan ada yang sampai 24 jam.

Ciri khas rendang adalah minyak sudah surut dan warna mulai menghitam. Inilah tahapan di mana bumbu meresap sempurna ke dalam daging.

Saat membelah daging rendang, terdapat serat-serat lengket.

2. Dimasak dalam waktu lama

Rendang akan terasa lebih nikmat bila dimasak dalam waktu panjang, misalnya 24 jam. Rasanya tentu tidak sama dengan rendang yang dimasak hanya sekitar 4 jam.

Selain lebih lezat, memasak rendang dalam waktu lama dengan api kecil juga bikin kuliner khas Minang ini lebih awet. Pasalnya, minyak santan yang keluar menjadi bahan pengawet alami.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X