Kompas.com - 30/06/2020, 08:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering menjadi bahan makanan, kedua tepung ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Baca juga: Beda Fungsi Tepung Terigu Serbaguna, Protein Rendah, dan Protein Tinggi

Perbedaan dari tepung sagu dan tepung tapioka bisa terlihat dari bahan bakunya, warna dan tekstur, kemudian fungsi. Berikut perbedaan dari tepung sagu dan tapioka.

1. Bahan baku

Kedua tepung ini sama-sama berbahan dasar pati tanaman.

Tepung sagu dibuat dari sari pati batang pohon sagu. Sementara tepung tapioka berasal dari sari pati tumbuhan singkong.

Dilihat sekilas, warna dari keduanya juga berbeda.

"Kalau tapioka putih bersih, kalau sagu agak-agak keruh warnanya. Kalau tapioka sering disebut juga kanji juga,” jelas Chef Siti Kanari selaku Senior Pastry & Bakery Cook Hotel Santika Bandung kepada Kompas.com, Minggu (28/6/2020).

Selain warna, tekstur tepung sagu dan tapioka juga memiliki perbedaan.

Tepung sagu memiliki tekstur cukup kasar, bahkan lebih kasar dari tepung terigu. Sementara tepung tapioka memiliki tekstur yang halus bahkan licin.

2. Fungsi

Ilustrasi tepung tapioka atau tepung kanji, terbuat dari pati singkong. SHUTTERSTOCK/THREEROCKIMAGES Ilustrasi tepung tapioka atau tepung kanji, terbuat dari pati singkong.

Biasanya tepung sagu digunakan untuk membuat makanan agar memiliki tekstur lembut, empuk, dan lengket. Mulai dari jajanan pasar kue lapis, talam ubi, sampai pempek.

Pada adonan, tepung sagu tidak bisa berdiri sendiri, harus dicampur dengan bahan lain seperti tepung terigu.

Sebab adonan yang hanya dibuat dengan tepung sagu akan memiliki tekstur terlalu lembek dan terlalu lembut sehingga butuh bahan yang bisa memperkuat teksturnya.

“Kalau seumpamanya membuat kue lapis maka tepung sagu harus dicampur dengan tepung beras dan tepung terigu, karena nanti adonannya jika tidak dicampur akan terlalu lembek,” papar Siti.

Baca juga: 4 Jenis Tepung buat Goreng Ikan dan Seafood, dari Terigu sampai Tepung Beras

Sementara tepung tapioka memiliki fungsi untuk merenyahkan dan mengembangkan adonan makanan.

“Masakannya seperti batagor, cireng agar adonannya mengembang dan lebih krispi,” jelas chef Siti.

Tepung ini juga bisa menjadi pengental makanan dan bisa menjadi bahan minuman kekinian yaitu boba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.